Wali Kota Kupang Dampingi Menteri Fadli Zon Tutup IPACS 2025, Tekankan Penguatan Kerja Sama Budaya Indonesia-Pasifik

oleh -490 Dilihat
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo Dampingi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam Penutupan IPACS 2025 di Hotel Harper Kupang pada Kamis, 13 November 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turut mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, dalam acara Penutupan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Hotel Harper Kupang pada Kamis (13/11/25). Kegiatan tersebut menandai berakhirnya rangkaian acara budaya internasional yang berlangsung selama tiga hari dan dihadiri delegasi dari berbagai negara Pasifik.

Acara penutupan IPACS 2025 berlangsung meriah dengan kehadiran para menteri kebudayaan dan perwakilan negara-negara Pasifik, para duta besar, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Forkopimda NTT, serta komunitas budaya dan seniman dari wilayah Kupang. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya komitmen Indonesia dalam mempererat hubungan budaya dengan negara-negara Pasifik.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa IPACS merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk memperdalam kerja sama budaya lintas negara, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai bagian dari kawasan Pasifik.

“Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut karena Indonesia juga merupakan bagian dari Pasifik. Selain menghasilkan Joint Statement yang berfokus pada aspek sosial-ekonomi, budaya, dan lingkungan, kegiatan ini juga memperlihatkan kolaborasi seni dan budaya dari seluruh negara peserta,” ujar Fadli Zon.

Ia juga mengapresiasi kekayaan budaya NTT yang memukau seluruh delegasi, terutama wastra, seni tari, serta kuliner khas daerah. Menurutnya, promosi budaya harus terus diperkuat sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional dalam peradaban dunia.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut Nusa Tenggara Timur sebagai “The Real Pacific”. Menurutnya, kesamaan budaya antara masyarakat NTT dan negara-negara Pasifik semakin mempererat koneksi antarwilayah.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Gandeng Imigrasi Perkuat Layanan di MPP dan Sinergi Pencegahan TPPO

“Para peserta merasa terhubung karena menemukan kemiripan dalam musik, tarian, dan kuliner. Bahkan sudah ada penjajakan untuk kerja sama Sister City antara beberapa kota di Pasifik dan daerah di Indonesia,” jelas Gubernur Melki.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, juga mengapresiasi penyelenggaraan IPACS 2025 di ibu kota NTT tersebut. Menurutnya, kegiatan berskala internasional ini memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI. Kegiatan ini menumbuhkan ekonomi lokal, hotel penuh, rumah makan ramai, dan UMKM turut merasakan dampaknya. Selain itu, IPACS membuka peluang kerja sama internasional bagi Kota Kupang,” ujar Wali Kota Christian.

IPACS (Indonesia-Pacific Cultural Synergy) merupakan forum budaya yang mempertemukan Indonesia dan negara-negara Pasifik untuk memperkuat hubungan sosial, budaya, dan ekonomi kawasan melalui residensi seni, dialog menteri, serta pertunjukan budaya kolaboratif. Keberhasilan penyelenggaraan IPACS 2025 di Kupang menjadi tonggak penting dalam memperluas jaringan kerja sama budaya Indonesia dengan negara-negara Pasifik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.