Wali Kota Kupang Dorong Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan, Program Garuda Resmi Diluncurkan di Undana

oleh -250 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang Hadiri Acara Peluncuran Program Garuda di Undana Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, bukan semata-mata mengandalkan bantuan sosial.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (9/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis. Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan sosial masyarakat di sekitar kawasan SPPG Kota Kupang, dengan mengoptimalkan peran Karang Taruna dan perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan.

Rakor ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. H. Fauzan, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Prof. Dr. Abdul Haris, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikti Sainstek, Prof. I Ketut Adnyana, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Jefri S. Bale, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, kader Karang Taruna, perwakilan SPPG, dan mahasiswa Undana.

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

“Tagline Kemendikti Sainstek adalah Berdampak. Ini merupakan kontrak sosial bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Peluncuran Program Garuda menjadi momentum membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih kuat, inklusif, dan berkeadilan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran.

“Perguruan tinggi harus menjadi problem solver. Kita harus mengubah paradigma berkompetisi menjadi berkolaborasi. Konsorsium perguruan tinggi di NTT harus melahirkan aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Sementara itu, sambutan Penjabat Gubernur NTT yang dibacakan Plh. Sekda NTT, Yohanes Oktovianus, menyebutkan bahwa angka kemiskinan di NTT masih berada di kisaran 1,03 juta jiwa, meskipun kemiskinan ekstrem telah berhasil ditekan menjadi 6,96 persen.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus mengakselerasi pengentasan kemiskinan melalui peningkatan ketepatan sasaran perlindungan sosial, penguatan produktivitas ekonomi masyarakat, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Deputi Kemenko PMK, Prof. Abdul Haris, menambahkan bahwa pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem nasional mendekati nol persen melalui pendekatan permanen, yakni penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sirkular.

Usai mengikuti rakor, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota meninjau stan pameran hasil karya mahasiswa. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah produk sabun cuci yang dibuat dari pemanfaatan limbah di sekitar kawasan SPPG sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.

Menurut Wali Kota, inovasi tersebut membuktikan bahwa pengentasan kemiskinan dapat dimulai dari penguatan kapasitas masyarakat dalam menciptakan nilai tambah dari potensi yang ada.

“Ini program yang sangat bagus. Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya. Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular,” ujar dr. Christian.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra aktif dalam memastikan Program Garuda berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemkot mendukung penuh. Kami akan terus membangun koordinasi lintas sektor bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan agar program pemberdayaan pemuda ini berjalan semakin masif dan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.