Suarantt.id, Kupang-Berbagai keluhan dan aspirasi warga Oesapa Selatan, Kota Kupang, disampaikan langsung kepada Polda NTT dalam kegiatan Jumat Curhat pada Jumat, 4 September 2026.
Forum yang dipimpin Kasubdit Regident Ditlantas Polda NTT AKBP Nur Aini Rosyidah tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Sejumlah isu menjadi perhatian warga, mulai dari pelayanan administrasi kepolisian, persoalan lalu lintas, penggunaan knalpot yang mengganggu kenyamanan, kehadiran personel polisi di tengah masyarakat, hingga proses rekrutmen anggota Polri.
Warga juga meminta kepolisian meningkatkan kehadiran personel di sejumlah lokasi yang dinilai rawan serta memperkuat pelayanan publik agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan maksimal.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Polda NTT memastikan setiap masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.
Terkait persoalan lalu lintas dan keamanan, kepolisian menjelaskan bahwa personel telah ditempatkan di sejumlah lokasi dan waktu yang dianggap rawan. Namun, keterbatasan jumlah personel membuat pengamanan belum dapat dilakukan secara bersamaan di seluruh titik.
Kepolisian juga menegaskan pengawasan terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan akan terus dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
Dalam dialog itu, Polda NTT turut memberikan penjelasan mengenai berbagai layanan kepolisian, termasuk pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), registrasi kendaraan serta mekanisme Samsat yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah dan Jasa Raharja.
Rekrutmen Polri Jadi Perhatian
Persoalan penerimaan anggota Polri juga menjadi salah satu perhatian warga. Polda NTT menjelaskan bahwa proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan mekanisme yang berlaku secara nasional.
Untuk membantu generasi muda yang ingin mengikuti seleksi, Kapolda NTT menggagas program Binlat Turangga Bhayangkara.
Program tersebut berupa pembinaan dan pelatihan gratis bagi masyarakat yang berminat mengikuti seleksi anggota Polri. Melalui program ini, calon peserta diharapkan dapat mempersiapkan kemampuan sekaligus memahami tahapan dan ketentuan dalam proses seleksi.
Polda NTT berharap program tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda NTT untuk mempersiapkan diri secara baik sebelum mengikuti tahapan seleksi.
Polisi Dituntut Hadir dan Mendengar
Kegiatan Jumat Curhat menjadi salah satu upaya Polda NTT membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Forum tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk mendengar keluhan, tetapi juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mengetahui kondisi dan persoalan yang terjadi secara langsung di tengah masyarakat.
Polda NTT menegaskan komunikasi dengan masyarakat akan terus diperkuat. Setiap masukan yang disampaikan warga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan kepolisian.
Bagi masyarakat, kehadiran polisi bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan. Polisi juga dituntut hadir, mendengar dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Melalui Jumat Curhat, Polda NTT kembali menegaskan komitmennya untuk membangun pelayanan kepolisian yang lebih dekat, terbuka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ***







