Winston Rondo Tantang PBVSI Sikka: Lima Agenda Besar untuk Cetak Atlet Menuju PON 2028

oleh -65 Dilihat
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Neil Rondo Lantik Pengurus PBVSI Kabupaten Sikka. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Maumere-Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo, menantang kepengurusan baru PBVSI Kabupaten Sikka masa bakti 2026–2030 untuk bergerak lebih cepat dalam membangun prestasi bola voli.

Tantangan tersebut disampaikan Winston saat melantik Pengurus Kabupaten PBVSI Sikka di Maumere, Senin (21/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menitipkan lima agenda besar yang harus menjadi prioritas untuk memperkuat pembinaan sekaligus mencetak atlet potensial menuju PON XXII Tahun 2028.

Kepengurusan PBVSI Sikka periode 2026–2030 dipimpin Rofinus Rionsi Moa Luer sebagai Ketua Umum, didampingi Ignasius Nong Tedi sebagai Sekretaris Umum dan Yohanes Jibrail Mado sebagai Bendahara Umum.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Sikka. Pesan Bupati disampaikan melalui Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka.

Dalam amanatnya, Winston mengatakan Sikka merupakan salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga bola voli di Flores.

Prestasi tim putra Sikka yang meraih juara tiga pada Ben Mboi Memorial Cup tahun sebelumnya, menurut Winston, harus dijadikan pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Sikka bukan daerah yang baru belajar bermain voli. Sikka adalah salah satu kandang kekuatan voli Flores. Tradisinya kuat, atletnya potensial, dan masyarakatnya mencintai olahraga ini. Tetapi jangan berhenti pada kebanggaan masa lalu. Juara tiga harus menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi!” tegas Winston.

Lima Agenda Besar

Winston kemudian menyampaikan lima agenda strategis yang harus dijalankan PBVSI Sikka selama masa kepengurusan 2026–2030.

Pertama, memastikan keikutsertaan penuh tim putra dan putri Sikka pada Ben Mboi Memorial Cup II Tahun 2026.

Winston meminta PBVSI Sikka tidak hanya menyiapkan tim putra, tetapi juga memberikan ruang pembinaan dan kompetisi yang setara bagi atlet putri.

BACA JUGA:  Untuk Pertama Kalinya, NPC Kota Kupang Terima Hibah Rp100 Juta dari Pemkot

“Kita ingin putra dan putri Sikka sama-sama hadir, sama-sama kuat, dan sama-sama berjuang memperebutkan prestasi,” ujarnya.

Kedua, menyelenggarakan Bupati Sikka Cup sebagai ajang seleksi atlet menuju Ben Mboi Memorial Cup II dan PON 2028.

Winston menegaskan Bupati Cup tidak boleh hanya menjadi turnamen seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari sistem pembinaan dan seleksi atlet yang terukur.

Seleksi atlet, kata dia, harus mengutamakan kemampuan, disiplin, karakter dan prestasi, bukan hanya nama besar klub.

Kelompok usia kompetisi juga diharapkan diselaraskan dengan kebutuhan pembinaan menuju PON 2028, dengan sasaran atlet kelahiran 1 Januari 2003 dan sesudahnya, sesuai ketentuan resmi kejuaraan.

Ketiga, memperkuat kualitas pelatih dan wasit melalui pelatihan serta sertifikasi.

PBVSI Sikka diminta segera melakukan pendataan pelatih dan wasit, meningkatkan kapasitas mereka, serta mengirimkan peserta mengikuti program pelatihan berlisensi.

“Kita tidak mungkin membangun atlet profesional dengan sistem pembinaan yang tidak profesional,” tegas Winston.

Keempat, menjalankan talent scouting atau pencarian bakat secara sistematis.

Winston meminta PBVSI Sikka aktif menemukan atlet potensial dari sekolah, klub, desa hingga kecamatan.

Basis data atlet juga perlu dibangun sehingga proses seleksi dan pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“PON 2028 tinggal dua tahun lagi. Kita tidak punya waktu untuk bekerja dengan cara biasa-biasa saja. Saya ingin melihat atlet-atlet Sikka masuk dalam skuad utama NTT, baik putra maupun putri,” ujarnya.

Kelima, membangun kolaborasi untuk memperkuat ekosistem bola voli Sikka.

Menurut Winston, PBVSI tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka, KONI, sekolah, klub, dunia usaha dan masyarakat.

Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendukung fasilitas latihan, kompetisi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pembiayaan keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Buka Rakor GTRA 2025: Percepat Redistribusi Tanah demi Kesejahteraan Rakyat

“Jangan sampai pengurus bekerja sendiri, atlet berlatih sendiri, lalu ketika ada kejuaraan kita baru sibuk mencari biaya!” katanya.

Bupati Sikka Dukung Bupati Cup

Lima agenda yang dititipkan Winston mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Sikka.

Dalam sambutan yang disampaikan melalui Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Bupati Sikka menyatakan dukungan terhadap rencana penyelenggaraan Bupati Sikka Cup pada Oktober 2026.

Turnamen tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana persiapan menghadapi Ben Mboi Memorial Cup II sekaligus wadah menjaring atlet-atlet potensial.

Bupati meminta jajaran pengurus PBVSI Sikka segera mempersiapkan turnamen tersebut dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Sikka juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Atlet muda perlu mendapatkan pelatihan berkualitas dan kesempatan berkompetisi secara berkelanjutan.

Selain prestasi, pembinaan karakter, kedisiplinan, sportivitas dan semangat persatuan juga harus menjadi bagian penting dalam pengembangan atlet.

Rofinus Luer Siap Jalankan Lima Agenda

Ketua Umum PBVSI Kabupaten Sikka yang baru dilantik, Rofinus Rionsi Moa Luer, menyatakan kesiapan kepengurusannya menjalankan lima agenda strategis yang dititipkan Pengprov PBVSI NTT.

Menurut Rofinus, penyelenggaraan Bupati Sikka Cup akan menjadi salah satu prioritas awal kepengurusan.

PBVSI Sikka juga berkomitmen mengirimkan tim putra dan putri secara penuh pada Ben Mboi Memorial Cup II serta berupaya meningkatkan prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui konsolidasi internal dan kerja sama dengan pemerintah daerah, KONI, klub, sekolah serta seluruh insan bola voli di Kabupaten Sikka.

Prestasi Atlet Jadi Ukuran Keberhasilan

Winston mengingatkan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk membangun masa depan bola voli Sikka.

Ia meminta pengurus baru menetapkan ukuran keberhasilan yang konkret, mulai dari jumlah kompetisi yang diselenggarakan, peningkatan jumlah pelatih dan wasit tersertifikasi, penemuan atlet muda berbakat hingga prestasi yang diraih.

BACA JUGA:  Musprov TI NTT 2026-2030 Memanas, Rote Ndao Resmi Dukung Ridwan Sujana Angsar

“Jangan ukur keberhasilan kepengurusan dari berapa banyak rapat yang diselenggarakan. Ukurlah dari berapa banyak kompetisi yang berjalan, berapa banyak pelatih dan wasit yang tersertifikasi, berapa banyak atlet muda yang ditemukan, dan berapa banyak prestasi yang dihasilkan,” tegasnya.

Winston menilai Sikka memiliki modal dasar yang kuat untuk berkembang. Tradisi bola voli yang telah mengakar di masyarakat harus diterjemahkan menjadi sistem pembinaan yang terarah dan prestasi yang berkelanjutan.

“Jabatan pengurus adalah kehormatan. Tetapi prestasi atlet adalah pertanggungjawaban kita,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pengurus dan insan bola voli Sikka membangun kekuatan dari sekolah dan kampung, memperkuatnya melalui klub dan kompetisi, kemudian mengantarkan atlet terbaik menuju panggung PON 2028.

“Sikka sudah punya tradisi. Sekarang waktunya membangun prestasi! Dari Maumere kita siapkan atlet. Dari Flores kita bangun kekuatan. Di PON 2028 kita perjuangkan kejayaan NTT!” pungkas Winston.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.