Suarantt.id, Kupang-Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama mencapai 29.631 kunjungan atau meningkat 31,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).
Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara tersebut, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju NTT juga menunjukkan tren positif. Namun, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang justru mengalami penurunan.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Kale, dalam penyampaian perkembangan statistik pariwisata secara daring pada Kamis (1/10/2026).
Matamira menjelaskan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju Provinsi NTT pada Agustus 2026 mencapai 923.249 perjalanan. Angka ini meningkat 4,72 persen dibandingkan Agustus 2025.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada periode yang sama tercatat sebanyak 9.497 perjalanan atau mengalami kenaikan 13,45 persen secara tahunan.
Peningkatan pada ketiga indikator perjalanan wisatawan tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan aktivitas mobilitas pariwisata di NTT selama Agustus 2026.
Meski demikian, peningkatan jumlah perjalanan wisatawan belum sepenuhnya sejalan dengan tingkat hunian hotel berbintang.
BPS NTT mencatat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Agustus 2026 mencapai 52,35 persen. Angka tersebut turun 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tingkat hunian hotel ini menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam membaca perkembangan sektor pariwisata NTT, terutama dalam melihat keterkaitan antara peningkatan kunjungan wisatawan dan pemanfaatan fasilitas akomodasi.
Dengan jumlah kunjungan wisman mencapai 29.631, perjalanan wisnus sebanyak 923.249, serta perjalanan wisnas 9.497, sektor pariwisata NTT menunjukkan dinamika pertumbuhan yang menarik pada Agustus 2026.
Data BPS tersebut menjadi gambaran perkembangan pariwisata NTT, sekaligus memperlihatkan bahwa peningkatan mobilitas wisatawan masih diikuti tantangan dalam menjaga tingkat hunian hotel berbintang. ***






