Pengelolaan PDAM Butuh Sinergi antara Pemkot dan Pemkab Kupang, Pemprov NTT Diminta Aktif melalui BLUD SPAM

oleh -2077 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Diskusi Hangat dengan Anggota DPRD NTT, Muhammad Ansor. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan audiensi dari Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Muhammad Ansor, di ruang kerjanya pada Jumat (11/7/25). Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mengingat keduanya pernah duduk bersama di Komisi V DPRD NTT periode 2019–2024 sebelum dr. Christian Widodo terpilih sebagai Wali Kota Kupang.

Dalam audiensinya, Muhammad Ansor menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan kegiatan reses yang akan segera dilaksanakan di wilayah Kota Kupang. Ia memandang penting adanya koordinasi dengan Pemerintah Kota guna membahas isu-isu strategis dan memastikan sinkronisasi antara program Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota.

Beberapa isu utama yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain sektor kesehatan, pengelolaan sampah, air bersih, perlindungan tenaga kerja informal, dan penataan infrastruktur.

Dalam bidang kesehatan, Ansor memberikan apresiasi atas capaian Kota Kupang dalam Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 117 persen, dengan non cut-off sebesar 87 persen. Wali Kota Christian menanggapi dengan menjelaskan inovasi Pemkot Kupang melalui Dana Pengaman senilai Rp3 miliar di RSUD S. K. Lerik. Dana ini disiapkan untuk membantu masyarakat miskin dalam kondisi gawat darurat yang tidak memiliki BPJS atau dokumen kependudukan, dan telah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.

Di sektor pengelolaan sampah, Wali Kota menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun roadmap pengelolaan sampah yang ditindaklanjuti melalui pengadaan 800 kontainer dari total kebutuhan 1.347 unit untuk seluruh RT di Kota Kupang. Selain itu, akan dibangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan dengan teknologi sederhana, seperti mesin pencacah plastik, alat cetak bata, dan pengolahan organik. Targetnya, 85 persen sampah diolah tuntas, dan hanya 15 persen sisanya menjadi residu yang dibuang ke TPA. Dalam jangka menengah, TPA yang saat ini masih berstatus open dumping juga akan ditingkatkan menjadi lebih modern dengan dukungan dana dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:  BMKG: Peringatan Cuaca Ekstrem di Wilayah NTT hingga 28 Januari 2025

Menanggapi hal tersebut, Ir. Ansor menyambut baik langkah-langkah progresif Pemkot Kupang dan mengapresiasi komitmen daerah ini yang terbukti melalui penyerahan SK PPPK Tahap I pada Mei 2025 lalu yang menjadi yang pertama di NTT.

Dalam hal ketersediaan air bersih, Ansor menyoroti pentingnya sinergi antara Pemkot dan Pemkab Kupang, khususnya terkait pengelolaan PDAM yang wilayah layanannya berada di Kota Kupang. Ia juga menyarankan agar Pemprov NTT, melalui BLUD SPAM, mengambil peran aktif sebagai fasilitator.

Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal. Ansor menekankan perlunya optimalisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi petani, nelayan, pengemudi ojek, dan pekerja informal lainnya. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan program strategis Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang juga didukung penuh oleh Pemkot Kupang.

Topik terakhir yang dibahas adalah infrastruktur, terutama sinergi lintas kewenangan dalam peningkatan kualitas jalan. Kolaborasi antarpemerintah dinilai penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan merata.

Wali Kota Christian menyambut positif semua masukan tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan DPRD Provinsi NTT dalam mempercepat pembangunan di Kota Kupang.

Sementara itu, Ansor menyampaikan bahwa seluruh informasi dan masukan yang diperoleh akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan resesnya agar dapat merumuskan solusi konkret atas kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kota Kupang.

Pertemuan ini mencerminkan semangat sinergi antarlevel pemerintahan untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.