Kunjungi Poco Leok, Gubernur Melki: Kami Tak Akan Selamat Kalau Punya Niat Jahat

oleh -1518 Dilihat
Gubernur Melki Dialog Terbuka Dengan Masyarakat Poco Leok Kabupaten Manggarai. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Ruteng-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai dan menyempatkan diri bertemu langsung dengan masyarakat Desa Lungar, Poco Leok, Rabu (16/7/2025), untuk berdialog terkait polemik proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah tersebut.

Kunjungan Gubernur bersama rombongan yang terdiri dari sejumlah pimpinan perangkat daerah, Kapolres Manggarai AKBP Hendry Syaputra, dan Dandim 1621/Manggarai Letkol Inf. Budiman Manurung, disambut aksi unjuk rasa penolakan proyek Geotermal oleh warga setempat di pintu masuk kampung.

Menanggapi aksi tersebut, Gubernur Melki menyatakan bahwa kedatangannya ke Poco Leok bukan untuk memaksakan kehendak, melainkan untuk mendengar langsung aspirasi warga.

“Saya pastikan ini pertemuan pertama dan bukan yang terakhir. Saya datang bukan untuk menggurui, tapi untuk berdialog, mencari titik temu,” ujar Gubernur di hadapan warga dalam dialog yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi Lungar.

Dalam forum tersebut, sejumlah warga termasuk Mama Merry menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak proyek Geotermal yang dinilai merusak tatanan adat dan tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Gubernur Melki menanggapi dengan tenang dan menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh merusak nilai-nilai sosial.

“Geotermal itu tidak lebih hebat dari persaudaraan dan kekeluargaan. Jauh sebelum barang ini ada, kita adalah satu keluarga besar,” tegasnya, seraya mengajak warga agar menjaga kerukunan dan menghindari konflik antar sesama.

Ia menambahkan, pemerintah tidak punya niat jahat dalam mengupayakan pembangunan di Poco Leok.

“Kalau kami punya niat jahat terhadap Poco Leok, kami tidak akan selamat keluar dari sini,” tandasnya, disambut senyap penuh makna oleh warga.

Dialog di Desa Wewo: Sambutan Hangat dan Harapan Baru

Usai berdialog di Desa Lungar, Gubernur Melki dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Wewo, lokasi PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun. Berbeda dengan situasi di Poco Leok, warga Wewo justru menyambut kehadiran Geotermal dengan positif.

BACA JUGA:  Gubernur Melki: Pengikraran Kaul Kekal 11 Suster DCPB Jadi Berkah Bagi Umat Katolik Sedunia

Vinsen, salah seorang warga, menyampaikan bahwa proyek ini telah berdampingan baik dengan kehidupan masyarakat. Namun, ia berharap pemerintah tetap memperhatikan infrastruktur dan kesejahteraan warga sekitar.

“Proyek ini jalan bagus, tapi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat juga harus jadi perhatian,” katanya.

Hendrikus Ampat, warga lainnya, menambahkan bahwa tidak ada dampak negatif terhadap hasil panen maupun lingkungan.

“Cengkeh bagus, sawah bagus, tidak ada yang terganggu. Kami hidup berdampingan,” ujarnya.

Gubernur Melki mengapresiasi keterbukaan masyarakat Desa Wewo dan menyampaikan bahwa pemerintah akan terus membangun komunikasi dengan semua pihak.

“Saya datang untuk dengar langsung semua suara—baik yang menolak, mendukung, maupun yang masih ragu. Kita tidak boleh terpecah. Dialog akan terus kita bangun,” tegasnya.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan proyek Geotermal yang baik akan membawa berkat bagi semua.

“Ulumbu ini bukti nyata bahwa kalau kita kelola dengan benar, energi panas bumi bisa jadi berkat, bukan kutuk,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.