Dukung Swasembada Pangan 2025, Dinas Pertanian Kota Kupang Optimalkan Lahan dengan Program Oplah

oleh -647 Dilihat
Pencanangan Penanaman Jagung Serentak Kerjasama antara POLRI/Polresta Kupang Kota dengan Dinas Pertanian Kota Kupang di Kelompok Tani Berkat Kelurahan Fatukoa pada Rabu 8 Oktober 2025. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus berupaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya meskipun menghadapi keterbatasan lahan pertanian. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui program optimalisasi lahan (Oplah) yang digulirkan pemerintah pusat untuk mendukung target swasembada pangan tahun 2025.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Herry Dacosta, menjelaskan bahwa melalui bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan kepada kelompok tani, mulai dari benih jagung, pupuk urea, hingga bokasi. Selain itu, dana Infrastruktur Fiskal (IF) juga diberikan untuk memperkuat produktivitas petani.

“Dinas Pertanian Kota Kupang tahun ini mendapatkan dana sekitar Rp 300 juta. Bantuan tersebut sudah kami salurkan kepada 40 kelompok tani di wilayah Kota Kupang,” ungkap Herry kepada media ini pada Jumat, 7 November 2025.

Menurutnya, program Oplah menjadi salah satu strategi penting pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini hanya bisa ditanami sekali dalam setahun akibat keterbatasan air. Dengan dukungan alat seperti dinamo air, selang, dan pipa, lahan pertanian diharapkan mampu ditanami dua kali dalam setahun.

“Masalah utama kita di Kota Kupang adalah ketersediaan air. Melalui program Oplah, lahan yang tadinya hanya bisa tanam satu kali, kini bisa dua kali tanam di lahan yang sama,” jelasnya.

Program Oplah di Kota Kupang difokuskan pada dua komoditas utama, yakni padi dan jagung. Untuk komoditas padi, program dijalankan di Lasiana dengan luas area sekitar 10 hektare, bekerja sama dengan TNI sebagai mitra kelompok tani. Sementara untuk komoditas jagung, pemerintah menggandeng pihak kepolisian dengan luas area 17 hektare yang tersebar di Kecamatan Maulafa dan Alak.

“Polisi membackup swasembada pangan di komoditas jagung, sementara TNI mendukung pengembangan padi. Ini bentuk sinergi lintas sektor yang luar biasa,” tambah Herry.

Ia juga mengakui bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan sektor pertanian di Kota Kupang. Namun, pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan lahan yang ada agar tetap produktif dan berkontribusi terhadap pasokan pangan daerah.

“Harapan kami, para petani dapat memanfaatkan semua sarana dan bantuan yang telah diberikan untuk menyukseskan program swasembada pangan sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Dengan begitu, stok bahan pangan di daerah akan selalu tersedia,” tutup Herry.

Melalui langkah-langkah tersebut, Dinas Pertanian Kota Kupang optimis dapat memperkuat ketahanan pangan lokal dan berkontribusi pada tercapainya target nasional swasembada pangan 2025. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.