Wali Kota Kupang Lantik Pengurus PHBI, Dorong Penguatan Kerukunan Antarumat Beragama

oleh -892 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Pengurus PHBI Kota Kupang Periode 2025-2030. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, Christian Widodo melantik pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang periode 2025-2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Sabtu (14/3/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Bustaman resmi dilantik sebagai Ketua PHBI Kota Kupang bersama jajaran pengurus masa bakti 2025-2030.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Kupang, H. Muhammad MS; Anggota DPRD Kota Kupang, Amiruddin La Oda, Muhammad Ramli dan Ahmad Thalib; Ketua Dewan Masjid Indonesia, H. Alimuddin; perwakilan Forkopimda Kota Kupang; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak; serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral bagi PHBI untuk terus hadir di tengah masyarakat dan merajut keberagaman di Kota Kupang.

“Bagi saya hari ini bukan sekadar pelantikan seremonial, tetapi ada tanggung jawab moral bahwa PHBI akan hadir di tengah masyarakat untuk merajut keberagaman dan menjaga nilai-nilai keagamaan di Kota Kupang,” ujar Christian Widodo.

Dia menyampaikan apresiasi atas kontribusi PHBI selama ini dalam membantu pemerintah menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, Kota Kupang telah dikenal sebagai salah satu daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan inklusivitas.

“Keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, tetapi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak, tetapi menjadi jembatan yang semakin menguatkan kita sebagai masyarakat,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa PHBI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang dan Ketua TP PKK Tampil Memukau dalam Balutan Pakaian Adat Rote di Muskomwil APEKSI ke-13 di Kediri

Ia menjelaskan bahwa harmoni bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan dalam keberagaman. Setiap manusia memiliki keunikan masing-masing yang tidak dapat diseragamkan, tetapi dapat dipersatukan dalam harmoni yang indah.

“Harmoni itu bukan sama, tetapi seimbang. Seperti nada-nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda, namun ketika berpadu menghasilkan harmoni yang indah. Begitu juga seperti lukisan dengan berbagai warna yang berbeda, tetapi ketika menyatu dalam satu kanvas menjadi karya yang indah,” jelasnya.

Dirinya mengibaratkan Kota Kupang sebagai sebuah kanvas besar, sementara masyarakatnya adalah warna-warna yang beragam. Jika seluruh unsur tersebut bersatu dalam proporsi yang tepat, maka akan tercipta “lukisan indah” berupa Kota Kupang yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan komitmen dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan PHBI. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah akan membantu penyelenggaraan kegiatan malam takbiran.

“Saya sudah meminta bagian Kesra agar dapat mengupayakan dukungan untuk kegiatan ini. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan bantuan untuk pelaksanaan malam takbiran,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, beserta seluruh pengurus yang baru dilantik.

Beliau berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik demi kemaslahatan umat serta memperkuat nilai persaudaraan di Kota Kupang.
Ia juga mengutip pesan tokoh nasional Abdurrahman Wahid yang mengatakan, “Jika kamu bisa melakukan hal baik untuk orang lain, orang tidak pernah bertanya apa agamamu atau sukumu.”

Menurut Wali Kota, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan, penghormatan, dan solidaritas harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan bersama di Kota Kupang yang damai, inklusif, dan penuh toleransi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.