10 Lurah di Kota Kupang Diguyur Bonus, Christian Widodo Tegaskan Kebersihan Bukan Sekadar Lomba

oleh -60 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Serahkan Bonus Penghargaan kepada Para Lurah. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 10 lurah penerima penghargaan Lomba Kebersihan Antarkelurahan Kota Kupang mendapat bonus dari Komunitas Beta Bersih (KBB) sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka menjaga kebersihan lingkungan.

Penyerahan hadiah dan bonus tersebut berlangsung di Shoto-Kai Resto & Cafe, Sikumana, Selasa (15/9/2026), dan dihadiri Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama sejumlah tokoh dan pihak yang terlibat dalam gerakan kebersihan di Kota Kupang.

Turut hadir Anggota DPD RI Dapil NTT Ir. Abraham Paul Liyanto, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT Theodorus Widodo, Ketua Satgas Lomba Kebersihan Antarkelurahan Irsan Dardana, Sekretaris Satgas F.X. Endru Lie, Ketua Komunitas Peduli Lubang Jalan (Kopelanku) Daniel Para, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Matheos A.H.T. Maahury, para dewan juri serta para lurah penerima penghargaan.

Wali Kota Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih yang selama dua tahun terakhir ikut menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut Christian, keberadaan KBB menunjukkan bahwa persoalan kota tidak harus selalu menunggu pemerintah untuk menyelesaikannya. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan masyarakat justru menjadi kekuatan penting dalam membangun Kota Kupang.

“Komunitas Beta Bersih adalah contoh nyata bahwa dengan kolaborasi kita bisa melalui banyak hambatan, rintangan dan tantangan. Kota Kupang bukan milik satu orang atau milik pemerintah saja, tetapi Kota Kupang adalah rumah bersama,” ujar Christian.

Ia juga mengapresiasi KBB yang berinisiatif menggelar lomba kebersihan antarkelurahan sekaligus mendorong masyarakat agar ikut terlibat menjaga lingkungan.

“Komunitas Beta Bersih ini tidak pernah bertanya apa yang negara kasih kepada kita, tetapi apa yang bisa kita kasih duluan kepada negara,” katanya.

BACA JUGA:  1.700 Siswa Ikuti Sayembara “SMS Gubernur”, Tiga Terbaik Diberi Apresiasi Langsung oleh Gubernur NTT

Christian kemudian mengingatkan para lurah yang meraih penghargaan bahwa predikat juara bukan sekadar pencapaian, tetapi membawa tanggung jawab untuk mempertahankan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, kebersihan tidak boleh hanya dijaga ketika ada penilaian lomba. Lebih dari itu, kebersihan harus menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari masyarakat.

“Juara sejati bukan hanya mampu menjaga kebersihan saat dinilai, tetapi mampu menjaga kebersihan sampai menjadi budaya dan kebiasaan,” tegasnya.

Christian juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah kelurahan tidak lahir dari kerja seorang lurah saja. Di balik capaian tersebut terdapat kerja bersama staf kelurahan, RT/RW, petugas kebersihan dan masyarakat.

“Tidak ada Superman, yang ada superteam. Saya percaya pasti di balik kalian ada staf kelurahan, ada petugas RT, RW dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta para lurah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama menjaga kebersihan di wilayah masing-masing.

Menurut Christian, pembangunan Kota Kupang tidak hanya berbicara mengenai gedung, jalan dan infrastruktur. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga merupakan bagian penting dari pembangunan kota.

“Satu selokan yang tidak lagi dipenuhi sampah, satu pekarangan yang selalu dibersihkan, satu pohon yang ditanam, satu warga yang sadar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Itu adalah pembangunan sebuah kota,” tuturnya.

Dalam lomba kebersihan antarkelurahan tersebut, Kelurahan Nunbaun Sabu meraih Juara 1, disusul Kelurahan Oepura sebagai Juara 2 dan Kelurahan Liliba sebagai Juara 3.

Selanjutnya, Kelurahan Oebufu meraih Harapan 1, Kelurahan Batuplat Harapan 2, dan Kelurahan Naikoten 1 Harapan 3. Sementara Kelurahan Nefonaek berada di peringkat 7, Kelurahan Merdeka peringkat 8, Kelurahan Oesapa Barat peringkat 9 dan Kelurahan Bonipoi peringkat 10.

BACA JUGA:  Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani, Wali Kota Kupang Apresiasi Langkah BBPOM Kupang

Christian berharap penghargaan dan bonus yang diberikan KBB tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi pemacu bagi para lurah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan.

Ia bahkan mengusulkan agar lomba kebersihan pada tahun-tahun berikutnya tidak hanya melihat siapa yang memperoleh nilai tertinggi, tetapi juga memberikan ruang penghargaan bagi kelurahan yang mengalami peningkatan paling besar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bukan hanya tentang siapa yang paling tinggi, tetapi siapa yang meningkat paling banyak,” katanya.

Selain kategori tersebut, Christian mengusulkan kategori tambahan seperti kelurahan terhijau, kelurahan dengan partisipasi masyarakat terbanyak, serta kelurahan dengan drainase atau selokan paling bersih.

Ia berharap gerakan kebersihan yang dibangun bersama Komunitas Beta Bersih dapat terus berkembang sehingga kesadaran menjaga lingkungan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Kupang.

“Terima kasih sekali lagi. Selamat untuk semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.