Warga Kota Kupang Diserang Anjing Diduga Rabies Secara Brutal, Tujuh Orang Jadi Korban

oleh -499 Dilihat
Para Korban Anjing Rabies di Kelurahan Bello Kota Kupang. (Foto Istimewa (

Suarantt.id, Kupang-Kepanikan melanda warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, setelah seekor anjing liar menyerang dan menggigit sejumlah warga secara brutal. Dalam dua hari berturut-turut, 18–19 Oktober 2025, tercatat tujuh orang menjadi korban gigitan anjing yang diduga mengidap rabies.

Serangan pertama terjadi pada Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 09.00 WITA. Korban, Steven J. Rihi (18), warga RT 07/RW 03, diserang secara tiba-tiba di depan rumahnya.
“Anjing itu datang begitu cepat, langsung menggigit jari dan kaki saya. Saya tidak sempat lari,” ujar Steven, yang kini dirawat di rumah sakit dan telah mendapat suntikan vaksin anti rabies (VAR).

Keesokan harinya pada Minggu (19/10/2025), sekitar pukul 06.00-07.30 WITA, anjing yang sama kembali menyerang lima warga lainnya di lingkungan yang sama, yakni Nehemia Tuan (24), Servanda Tuan (20), Aurelius M. Uly (43), Mikael Koro, dan Ridho Haga Ly. Mikael dan Ridho beruntung hanya mengalami luka ringan karena gigitan mengenai pakaian dan sepatu.

Korban ketujuh, Maria Bire Doko (63), warga RT 04/RW 02, digigit di pergelangan tangan saat berjalan menuju gereja.
“Kami semua panik karena anjingnya menyerang tanpa sebab. Warnanya hitam di punggung, leher cokelat, dan kakinya pendek. Sampai sekarang belum tahu siapa pemiliknya,” kata Aurelius M. Uly.

Menanggapi laporan warga, tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Pertanian Kota Kupang segera turun ke lokasi. Tim dipimpin oleh drh. Nita Ninef dan Retno A.E. Patola, didampingi Ketua RW 03, Goris Takene.

“Ciri dan perilaku anjing yang menyerang tanpa provokasi kuat mengarah pada gejala rabies. Namun, kami tetap perlu uji laboratorium, khususnya pemeriksaan otak, setelah hewan ditemukan,” jelas drh. Nita Ninef pada Minggu (19/10/2025).

BACA JUGA:  D’Alexa Mini Soccer di Alak: Dari Lahan Kosong Tumbuh Harapan Baru untuk Anak Muda Kota Kupang

Semua korban telah mendapat vaksin anti rabies (VAR) di Puskesmas Sikumana dan RSUD S.K. Lerik. Mereka juga diminta menjalani observasi medis selama 14 hari untuk mengantisipasi gejala lanjutan.

Tim investigasi memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat. Di antaranya, segera melaporkan anjing dengan ciri mencurigakan, melakukan vaksinasi darurat terhadap seluruh anjing yang belum tervaksin di RW 02 dan RW 03, serta tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas.

“Kami sedang mendata jumlah anjing di RW 03 dan bekerja sama dengan dinas untuk vaksinasi menyeluruh,” ungkap Ketua RW 03, Goris Takene. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hewan peliharaan agar tetap terikat dan tidak dilepas bebas di lingkungan permukiman.

Meski langkah-langkah penanggulangan telah dilakukan, rasa cemas masih menyelimuti warga. Banyak orang tua kini melarang anak-anak mereka bermain di luar rumah.
“Kami takut anjing itu masih berkeliaran. Lebih baik anak-anak tetap di dalam rumah,” ujar Maria Bire Doko.

Hingga berita ini diterbitkan, anjing pelaku penyerangan masih dalam pencarian. Pemeriksaan lanjutan dan vaksinasi massal direncanakan dimulai awal pekan depan.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami harap semua pihak bekerja sama agar kasus ini tidak berkembang,” tutup drh. Nita Ninef. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.