Bank Indonesia, Kadin Jatim dan NTT Fasilitasi 97 Pelaku Usaha dan MoU Budidaya Jagung 1.000 Ha

oleh -872 Dilihat
Ketua Umum Kadin NTT dan Jatim Teken MoU. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt.id, Surabaya-Bank Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur serta Kadin Nusa Tenggara Timur mempertemukan sebanyak 97 pelaku usaha dalam Forum Bisnis Investasi dan Perdagangan yang digelar di Surabaya, Senin (28/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membuka akses pasar dan memperkuat kemitraan antara dua provinsi yang memiliki potensi besar dalam perdagangan dan investasi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam sambutannya menyatakan bahwa kerja sama antara NTT dan Jawa Timur selama ini telah berjalan sangat baik. Ia berharap penguatan kemitraan ini akan semakin memperluas peluang investasi, mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDA), meningkatkan produktivitas ekonomi, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Senada dengan itu, Kepala BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi guna meningkatkan kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas inflasi di daerah.

Forum ini menghasilkan empat Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada akselerasi investasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha di NTT. Di antaranya adalah komitmen pengembangan budidaya jagung seluas 1.000 hektar di Kabupaten Kupang serta pengembangan peternakan ayam petelur dan pedaging yang sejalan dengan program prioritas pemerintah.

Tak hanya itu, kerja sama juga terjalin antara Kadin Institute Jawa Timur, Universitas Ciputra, dan Kadin NTT untuk peningkatan kapasitas SDM dan kewirausahaan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Minat investor terhadap sektor unggulan NTT seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan terpantau tinggi. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya Letter of Intent senilai lebih dari Rp3 miliar oleh buyer asal Jawa Timur, dengan permintaan terbesar terhadap komoditas seperti daging sapi olahan, rumput laut, kopi, dan wastra (tenun) NTT yang telah memiliki daya saing global.

BACA JUGA:  Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai Oktober 2026

Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT juga turut memfasilitasi kesepakatan business matching untuk pemenuhan pasokan daging ayam ras di NTT, melalui pelaku usaha asal Jawa Timur.

Forum ini menjadi bukti nyata pentingnya integrasi antarwilayah dalam membangun ekonomi daerah. NTT dinilai memiliki keunggulan strategis dalam sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata, serta potensi ekspor ke Australia dan Timor Leste. Sementara Jawa Timur memiliki peran sebagai simpul perdagangan nasional dengan dukungan infrastruktur logistik yang terhubung langsung ke berbagai wilayah di NTT.

Turut hadir dalam forum ini, Ketua Kadin Jawa Timur H. Adik Dwi Putranto, Kepala BI Jawa Timur Ibrahim, Kepala BI NTT Agus Sistyo Widjajati, Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto, serta pengurus Kadin dari berbagai kabupaten/kota di NTT dan Jawa Timur. Para pelaku usaha dari sektor wastra, kuliner, kriya, hingga barang dan jasa hadir untuk menjajaki potensi kemitraan yang saling menguntungkan.

Forum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun jaringan bisnis antardaerah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta memberdayakan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.