Suarantt.id, Labuan Bajo-Harapan baru tumbuh di tengah keterbatasan masyarakat Pulau Kukusan, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko hadir langsung di pulau tersebut untuk memulihkan semangat anak-anak sekaligus memastikan fasilitas pendidikan kembali layak digunakan.
Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal sejumlah Pejabat Utama Polda NTT dan Kapolres Manggarai Barat mengunjungi Pulau Kukusan pada Selasa, 1 September 2026.
Rombongan bertolak dari Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 09.45 Wita menggunakan kapal Ditpolairud dan KSOP Labuan Bajo. Sekitar pukul 10.18 Wita, rombongan tiba di Pulau Kukusan dan disambut hangat masyarakat melalui pengalungan selendang adat khas Manggarai serta tarian tradisional.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, khususnya bagi para peserta didik MI Al-Hidayah yang sebelumnya harus menghadapi kondisi sekolah yang rusak berat dan tidak layak digunakan.
Tidak hanya membawa bantuan kemanusiaan, Kapolda NTT juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak bencana melalui kegiatan trauma healing.
Sebanyak 45 peserta didik MI Al-Hidayah mengikuti kegiatan trauma healing yang dipandu langsung Kapolda NTT, Ketua Bhayangkari Daerah NTT bersama tim trauma healing.
Kegiatan dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak menggambar dan menuliskan cita-cita mereka. Suasana yang semula penuh tekanan perlahan berubah menjadi lebih ceria. Para peserta didik terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap kegiatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis setelah masyarakat menghadapi dampak bencana gempa bumi.
MI Al-Hidayah Direvitalisasi
Setelah trauma healing, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hasil revitalisasi bangunan MI Al-Hidayah.
Kepala Sekolah MI Al-Hidayah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi bangunan sekolah sebelumnya mengalami kerusakan berat sehingga tidak layak digunakan sebagai tempat belajar.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kapten Kapal Polairud Marcel dan Kapolda NTT yang turut mendorong terwujudnya revitalisasi sekolah tersebut.
Selain persoalan bangunan, pihak sekolah juga berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian terhadap peningkatan kualifikasi akademik tenaga pendidik. Pasalnya, mayoritas tenaga pendidik di wilayah tersebut saat ini masih berpendidikan SMA.
Suasana haru semakin terasa ketika salah satu peserta didik, Sasti, membacakan puisi berisi ungkapan hati dan ucapan terima kasih kepada Kapolda NTT.
Dalam sambutannya, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko menegaskan bahwa kehadiran Polri bersama para pemangku kepentingan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah kepulauan dan terpencil.
Menurutnya, pemulihan masyarakat terdampak bencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki infrastruktur. Aspek psikologis juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat, terutama anak-anak, dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Polri, kata Kapolda, terus bersinergi dengan berbagai pihak dan tim trauma healing untuk membantu pemulihan masyarakat, baik dari sisi fisik maupun psikologis.
Kapolda juga menekankan pentingnya tersedianya sarana pendidikan yang aman dan layak sebagai fondasi untuk melahirkan generasi yang tangguh.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan berprasangka baik dalam menghadapi berbagai kondisi pascabencana.
Bantuan untuk Warga dan Anak-anak
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT bersama rombongan juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat Pulau Kukusan.
Bantuan yang disalurkan antara lain 100 paket sembako bencana alam, tas sekolah, asupan gizi tambahan berupa susu SGM dan susu UHT untuk balita, serta meja dan kursi belajar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung aktivitas belajar anak-anak di MI Al-Hidayah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban. Kapolda NTT bersama anak-anak, para orang tua dan masyarakat setempat menari bersama.
Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolda NTT juga meninjau pengerjaan fisik tanggul penahan pantai. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan perlindungan bagi permukiman warga dari ancaman abrasi.
Kehadiran Kapolda NTT di Pulau Kukusan menjadi pesan bahwa keterbatasan akses dan kondisi geografis bukan alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat. Dari sebuah pulau kecil, perhatian terhadap pendidikan, pemulihan trauma dan keselamatan warga kembali menyalakan harapan bagi generasi penerus.





