BI NTT dan LLDIKTI XV Perkuat Peran Mahasiswa sebagai Agen Edukasi Keuangan di Desa 3T

oleh -83 Dilihat
Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 Tahun 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan LLDIKTI Wilayah XV dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di NTT.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis dan Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 Tahun 2026 yang berlangsung secara hybrid pada 22 hingga 24 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, BI NTT memberikan edukasi kepada 2.319 mahasiswa dan 100 dosen pendamping dari 41 perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar NTT.

Program ini menjadi tahap penting sebelum para mahasiswa diterjunkan ke desa-desa 3T di 13 kabupaten di NTT, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Adapun lokasi penugasan meliputi Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, Flores Timur, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Alor.

Kegiatan pembekalan dibuka secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka. Dalam sambutannya, Brian Yuliarto menegaskan pentingnya mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BI NTT dalam sesi pembekalan tanggal 24 Juni 2026 menghadirkan dua materi utama, yakni edukasi Pelindungan Konsumen serta Program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Materi tersebut membekali mahasiswa dengan pemahaman terkait keamanan transaksi digital, pelindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap penipuan digital, serta pengenalan ciri keaslian dan perawatan uang Rupiah.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang efektif di tengah masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan penggunaan sistem pembayaran digital yang aman.

BACA JUGA:  Penanggulangan Rabies di NTT Butuh Respon Cepat dan Kolaboratif

Sebagai tindak lanjut, BI NTT juga menginisiasi Kompetisi PeKA Rupiah TAPUTAR DESA NTT yang akan digelar pertama kali pada tahun 2026. Kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa KKN agar tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi secara kreatif, aplikatif, dan mudah dipahami masyarakat.

BI NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi sistem pembayaran dan pelindungan konsumen, sekaligus menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap Rupiah melalui kolaborasi lintas sektor bersama LLDIKTI Wilayah XV, perguruan tinggi, dosen pendamping, dan mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.