BI NTT Tampar Kesadaran Finansial: Inklusi Naik, Literasi Jalan di Tempat

oleh -47 Dilihat
BI NTT Gelar kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 Tingkat Provinsi NTT. (Foto Rolin Pekata)

Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menampar kesadaran finansial masyarakat dengan menyoroti kesenjangan antara meningkatnya akses terhadap layanan keuangan dan masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Ruang Nemberala, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa dan pelaku usaha di Kota Kupang dan sekitarnya ini diselenggarakan BI bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan (FK-PSK).

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Ario Setyo Wibowo, mengatakan masyarakat saat ini semakin mudah memperoleh akses pinjaman, kredit maupun investasi.

Namun, menurutnya, kemudahan tersebut harus dibarengi pemahaman yang memadai mengenai manfaat sekaligus risiko dari setiap keputusan keuangan.

“Apakah kita sudah cukup memahami manfaat dan juga risikonya? Oleh karena itu rekan-rekan yang hadir dalam kegiatan ini diundang untuk mendapatkan literasi yang sesuai agar ke depannya tidak menimbulkan risiko yang merugikan kita saat melakukan pinjaman dan investasi,” ujar Ario.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan LIKE IT yang telah digelar sejak Agustus 2021.

Program ini terus didorong untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta investasi yang sehat, legal dan berkelanjutan.

Ario mengungkapkan, berdasarkan data yang diperoleh, akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus mengalami peningkatan. Indeks inklusi keuangan nasional naik dari 75,02 persen menjadi 80,51 persen.

Ironisnya, peningkatan tersebut tidak diikuti pertumbuhan literasi keuangan dengan besaran yang sama. Indeks literasi keuangan hanya meningkat dari 65,43 persen menjadi 66,46 persen.

BACA JUGA:  BI NTT Gelar SERAMBI 2026, Sediakan 1.000 Kuota Penukaran Uang per Hari di Hypermart Kupang

“Tren kenaikan antara inklusi keuangan dan literasi keuangan ini besarannya tidak sama. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat telah menggunakan layanan keuangan tetapi belum semua memahami pengelolaan keuangan secara bijak dan aman,” jelasnya.

Menurut Ario, kesenjangan antara inklusi dan literasi inilah yang perlu segera dijawab melalui edukasi keuangan yang menyasar masyarakat di berbagai daerah.

LIKE IT 2026, kata dia, hadir dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara cerdas.

Khusus generasi muda, BI mendorong mahasiswa agar tidak mudah tergiur berbagai tawaran investasi tanpa memahami legalitas, risiko dan manfaatnya.

“Kepada seluruh peserta LIKE IT 2026, khususnya adik-adik mahasiswa, manfaatkan kegiatan ini untuk belajar agar pada akhirnya semakin cerdas mengambil keputusan keuangan,” kata Ario.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif menggunakan layanan keuangan, tetapi juga mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangannya.

“Jadilah investor muda yang cerdas, bijak dan mandiri,” pungkasnya.

LIKE IT 2026 tingkat Provinsi NTT juga diisi dengan pemaparan materi edukasi literasi keuangan dari OJK Provinsi NTT serta streaming rangkaian LIKE IT 2026 yang terhubung dengan penyelenggaraan kegiatan di Balikpapan.

Melalui kegiatan tersebut, BI bersama otoritas terkait ingin memastikan peningkatan akses keuangan tidak berjalan tanpa kendali. Masyarakat harus dibekali pengetahuan agar kemudahan meminjam dan berinvestasi tidak berubah menjadi pintu masuk kerugian finansial. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.