Dari Gedung Baru hingga Tanam Pohon, Wali Kota Kupang Dorong SD Inpres Oesapa Jadi Ruang Tumbuh Anak

oleh -54 Dilihat
Wali Kota Kupang Resmikan Gudang Baru Tanam Pohon di SDI Oesapa pada Senin, 5 Oktober 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang layak, aman, sehat, dan nyaman bagi anak-anak. Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat meresmikan gedung baru UPTD SD Inpres Oesapa pada Senin (5/10/2026).

Peresmian gedung baru tersebut tidak hanya menjadi momentum pembenahan sarana pendidikan, tetapi juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di halaman sekolah. Sebanyak 120 bibit pohon bantuan BPDAS Benain Noelmina ditanam di lingkungan sekolah, terdiri dari bibit mangga, jambu kristal, dan jambu air.

Bagi Christian Widodo, pembangunan sekolah tidak semata-mata berbicara tentang mendirikan ruang kelas dan memperbaiki bangunan. Sekolah harus menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak, tempat mereka belajar, membangun karakter, menjaga persahabatan, sekaligus mempertahankan mimpi dan cita-cita hingga dewasa.

“Di tengah efisiensi ini, Pemerintah Kota Kupang terus berusaha memperbaiki lingkungan pendidikan kita. Terima kasih kepada ibu kepala sekolah, para guru dan seluruh tenaga pendidik yang telah mengelola anggaran dengan baik dan bersama-sama menjaga sekolah ini,” ujar Christian.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pembenahan UPTD SD Inpres Oesapa, mulai dari jajaran sekolah, Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pekerjaan Umum hingga pihak-pihak lain yang memberikan dukungan.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum maupun proses belajar mengajar. Lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

“Sekolah, khususnya sekolah dasar, adalah tempat anak-anak mengenal disiplin untuk pertama kali. Belajar bertanggung jawab, belajar bersahabat dengan yang lain, belajar menghargai orang lain. Di sinilah tempatnya,” tegasnya.

Christian juga mengajak para guru agar tidak hanya mengejar prestasi akademik anak-anak, tetapi memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Perintahkan Tindak Tegas Kasus Kepsek SMPN 16, Terancam Dinonaktifkan

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan mimpi masing-masing. Tugas pendidikan bukan hanya membantu anak memiliki cita-cita, tetapi memastikan mereka mampu menjaga cita-cita tersebut ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Berapa dari mereka yang berhasil menjaga mimpi mereka itu. Jadi ini bukan tentang mimpi besar. It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.

“Kita tidak hanya sedang membangun ruang kelas. Kita sedang membangun ruang tumbuh bagi masa depan Kota Kupang,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh warga sekolah bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat, dan aman. Penanaman 120 bibit pohon di halaman sekolah diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

Christian mengatakan, pembangunan Kota Kupang tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, jumlah gedung yang berdiri, maupun besarnya infrastruktur yang tersedia.

“Kalau kita ingin membangun kota yang maju, kita tidak cukup hanya membangun infrastrukturnya. Kita harus membangun manusianya melalui pendidikan, kesehatan, karakter, dan kehidupan sosial yang baik,” katanya.

Perjalanan Panjang SD Inpres Oesapa

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa, Restiana Embong, dalam laporannya menjelaskan bahwa sekolah tersebut telah melalui perjalanan panjang dalam pengembangan fasilitas pendidikan.

Pada awalnya, UPTD SD Inpres Oesapa memiliki enam ruang kelas. Pada 2013, sekolah memperoleh bantuan tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru, dan satu ruang UKS.

Selanjutnya, pada 2017 kembali dibangun empat ruang serta satu perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Didaulat Sebagai Danki dalam Apel di Lembah Tidar Magelang

Namun, perjalanan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan. Pada 2021, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat badai Seroja.

Pada 2022, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan berupa perbaikan atap dan plafon. Kerusakan kembali terjadi pada 2025 ketika sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat.

Pemerintah kemudian kembali memberikan dukungan untuk mengganti dan memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan hingga akhirnya gedung baru tersebut dapat diresmikan.

Restiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang atas perhatian yang terus diberikan terhadap keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan di SD Inpres Oesapa.

Menurutnya, pembangunan gedung baru tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang belajar yang lebih memadai sekaligus mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

120 Bibit Pohon untuk Lingkungan Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, BPDAS Benain Noelmina turut memberikan bantuan 120 bibit pohon untuk ditanam di lingkungan SD Inpres Oesapa.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Bayu Adrian Viktorino, Kepala Seksi RHL yang mewakili Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames.

Sebanyak 120 bibit tersebut terdiri dari tanaman buah seperti mangga, jambu kristal, dan jambu air.

Penanaman pohon di halaman sekolah menjadi bagian dari pesan penting bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan gedung yang lebih layak dan lingkungan yang lebih hijau, SD Inpres Oesapa diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak-anak menerima pelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk tumbuh, belajar bertanggung jawab, membangun karakter, dan menjaga mimpi mereka untuk masa depan.

Peresmian gedung UPTD SD Inpres Oesapa turut dihadiri Pdt. Aksamina F.B. Banik-Selly dari GMIT Nasaret Oesapa Timur, perwakilan BPDAS Benain Noelmina, Bayu Adrian Victorino, perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Strategis NTT, Victor Aprianus Nalle, perwakilan Polda NTT, IPTU Berto Apelabi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang beserta jajaran, Manager Persemaian Fatukoa Antonius Malo Ki’I, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa, serta Koordinator Pengawas.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Dorong Hilirisasi Produk Desa, Evaluasi JKN, dan Hadiri Syukuran Mgr Siprianus Hormat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.