Dari Kelas ke Arena! SMAN 7 Kupang Disiapkan Jadi Pabrik Atlet Hockey NTT

oleh -228 Dilihat
Sekertaris Hockey Indonesia Provinsi NTT, Hironimus Patty. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Ambisi besar Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai diterjemahkan secara konkret di tingkat sekolah. SMA Negeri 7 Kupang kini didorong menjadi pusat pembinaan atlet hoki, bahkan disebut-sebut sebagai “pabrik atlet” baru yang akan memperkuat barisan tuan rumah di ajang olahraga terbesar nasional itu.

Sekretaris Federasi Hockey NTT yang juga Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Hironimus Patty, menegaskan bahwa momentum PON 2028 tidak boleh disia-siakan. Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya bertumpu pada SKO, tetapi harus diperluas ke sekolah-sekolah reguler yang memiliki potensi besar.

“Setelah gong PON 2028 ditabuh, semua harus bergerak. SMAN 7 Kupang punya peluang besar. Dari sisi regulasi, sekolah reguler bisa membuka kelas khusus olahraga (KKO), dan ini yang sedang kita dorong,” tegas Hironimus dalam kegiatan pembukaan seleksi kelas khusus bagi siswa-siswi SMA Negeri 7 Kupang yang dipersiapkan menjadi atlet hockey pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia melihat SMAN 7 Kupang memiliki posisi strategis untuk mengembangkan cabang olahraga hockey, yang selama ini belum banyak digarap secara serius di tingkat sekolah umum. Bahkan, ia menilai langkah ini sebagai momentum emas untuk mencetak generasi atlet baru.

“Hockey harus dapat kesempatan tampil di PON 2028. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi tentang masa depan generasi muda. Menjadi atlet berprestasi adalah jalan cepat menuju kesejahteraan,” ujarnya.

Menurut Hironimus, sistem pembinaan di SMAN 7 Kupang akan mengadopsi pola yang telah diterapkan di SKO Flobamorata, yakni menggabungkan kurikulum akademik dan olahraga secara seimbang. Dengan komposisi pembelajaran yang terstruktur, siswa tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga tetap kuat secara akademik.

BACA JUGA:  Bintang Timur Atambua Juara ETMC ke-33 Setelah Comeback Dramatis

“Kurikulumnya tetap sama dengan sekolah umum, tetapi ditambah dengan program latihan yang terukur, mulai dari seleksi, periodisasi latihan, hingga evaluasi berkelanjutan. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tapi pembinaan serius,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran kelas khusus olahraga di SMAN 7 Kupang harus menjadi contoh bagi sekolah lain di NTT. Menurutnya, jika hanya mengandalkan SKO dan pusat pembinaan di Dispora, maka target besar di PON 2028 akan sulit tercapai.

“Kita tuan rumah, kita butuh banyak atlet. Tidak cukup hanya SKO. SMA lain harus berani ikut. Ini soal harga diri daerah,” tegasnya.

Lebih jauh, Hironimus memberi motivasi khusus kepada para siswa yang menekuni hockey di SMAN 7 Kupang. Ia menyebut mereka sebagai generasi istimewa karena berada di satu-satunya sekolah yang secara serius mengembangkan cabang olahraga tersebut.

“Kalian harus bangga. Hockey hanya ada di SMA 7 Kupang. Ini kesempatan besar yang tidak dimiliki semua orang,” pesannya.

Dengan langkah strategis ini, SMAN 7 Kupang tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar, tetapi berubah menjadi arena pembentukan atlet masa depan. Dari ruang kelas menuju lapangan pertandingan, harapan besar NTT kini mulai dibangun menuju panggung PON 2028. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.