Suarantt.id, Larantuka-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, melakukan kunjungan kerja ke Hunian Sementara (Huntara) 1 dan 2 di Desa Konga, Kabupaten Flores Timur pada Rabu (11/02/26).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mendengar langsung aspirasi 450 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Dulipali, Boru, Nawakote, dan Klatanlo yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
Dalam dialog terbuka bersama warga, sejumlah persoalan krusial mengemuka, mulai dari biaya pendidikan anak-anak pengungsi, kualitas air bersih, hingga kepastian pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Menanggapi keluhan terkait masih adanya iuran sekolah dan biaya perlengkapan bagi anak-anak pengungsi, Gubernur Melki menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pendidikan mereka digratiskan.
“Minggu depan setelah Imlek, saya tugaskan Kadis Pendidikan Provinsi dan Kabupaten untuk merapikan data. Kita akan rapat khusus dengan sekolah-sekolah di sekitar Huntara. Kepala Desa diminta mendata nama anak sesuai sekolahnya, dan kita pastikan iuran pendidikan mereka digratiskan,” tegas Melki.
Selain pendidikan, persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius. Warga menyampaikan bahwa meskipun lima sumur bor mencukupi dari sisi kuantitas, kualitas airnya belum layak konsumsi karena tingginya kadar kapur. Di sisi lain, kendala meteran listrik untuk pompa air turut memicu dinamika sosial di lokasi pengungsian.
Merespons hal tersebut, Gubernur menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi untuk berkoordinasi dengan PU Kabupaten guna mencari solusi teknologi pengolahan air agar layak minum.
“Soal air, kita akan cari cara menurunkan kadar kapurnya. Sementara untuk distribusi, kita optimalkan pemanfaatan mobil tangki Pemda,” ujarnya.
Terkait pembangunan Hunian Tetap, Gubernur mengakui adanya tantangan, termasuk dinamika harga lahan serta fokus nasional BNPB pada sejumlah bencana di daerah lain. Meski demikian, ia memastikan koordinasi dengan Menko PMK dan Kementerian Perumahan terus dilakukan agar proses pembangunan Huntap segera terealisasi.
Di sektor pemulihan ekonomi, Pemprov NTT juga menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya mendorong relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pengungsi, menghubungkan kelompok tani dengan bantuan pertanian dari pemerintah pusat, serta membantu pemasaran produk olahan warga melalui jaringan NTT Mart.
Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni, dalam kesempatan tersebut memberikan penguatan moral khususnya bagi kaum perempuan di pengungsian.
“Perempuan selalu menemukan cara untuk tetap hidup dan menjadi energi bagi keluarga. Kami hadir untuk memastikan persoalan jangka pendek maupun panjang bisa segera diatasi,” ujar Emelia.
Menutup kunjungannya, Gubernur Melki mengutip moto penahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Hans Monteiro: Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan).
“Kita harus saling merasakan dan berempati. Jangan pernah menyerah dan jangan kehilangan pengharapan,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret percepatan penanganan kebutuhan dasar sekaligus pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur. ***




