Di Tengah Ujian Sosial di Bali, Pemprov NTT Tegaskan Solidaritas dan Tanggung Jawab Warga Flobamora

oleh -1284 Dilihat
Wagub NTT Bersama Kepala Daerah se-Daratan Sumba Berdialog dengan Pemerintah Provinsi Bali. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Denpasar-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) kembali menegaskan bahwa negara dan pemerintah daerah tidak pernah absen dalam melindungi warganya, di mana pun berada. Di tengah situasi sosial yang menguji ketahanan serta citra masyarakat NTT di Bali, Pemprov NTT hadir membawa pesan persaudaraan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.

Kunjungan kerja Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, ke Denpasar pada Rabu (28/1/2026) lalu menjadi wujud nyata empati dan kepedulian pemerintah terhadap warga Flobamora di perantauan.

Kehadiran tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk mendengar langsung aspirasi diaspora NTT yang tengah menghadapi tekanan akibat stigma dan generalisasi atas ulah segelintir oknum.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh keakraban bersama masyarakat NTT di Bali, Wagub Johni menegaskan bahwa pemerintah memilih hadir untuk mendengar, memahami, serta mencari solusi bersama. Ia mengakui situasi yang dihadapi tidak mudah, namun justru di saat seperti inilah nilai-nilai budaya Flobamora persaudaraan, saling menghormati, dan gotong royong harus kembali diteguhkan.

“Pemerintah tidak datang untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk mencari jalan keluar bersama. Kita ingin menjaga martabat masyarakat NTT sekaligus memastikan saudara-saudara kita di Bali tetap merasa dilindungi dan diperhatikan,” ujar Johni.

Wagub juga mengingatkan bahwa setiap warga NTT di perantauan membawa nama baik daerah asal. Karena itu, solidaritas internal, disiplin sosial, serta kepatuhan terhadap hukum menjadi kunci utama dalam memulihkan kepercayaan dan membangun citra positif Flobamora di tanah rantau.

Selain itu, Johni Asadoma mengajak seluruh warga NTT untuk bersikap bijak dalam bermedia sosial. Menurutnya, narasi yang dibangun di ruang digital harus berbasis data, mengedepankan empati, dan menjunjung semangat persaudaraan.

“Media sosial seharusnya menjadi ruang edukasi dan kolaborasi yang positif untuk kemajuan daerah, dengan landasan ketulusan dan semangat Ayo Bangun NTT,” tegasnya.

Keseriusan Pemprov NTT tercermin dari kehadiran sejumlah pejabat daerah, di antaranya Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda NTT yang juga Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Kanis Mau, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan Petrus Seran Tahuk, Kepala Dinas Nakertrans NTT Sylvia Peku Djawang, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisila Parera, Kepala Biro Umum Setda NTT Gusti Sigasare, serta Kepala Badan Penghubung NTT Taty Setyawati.

Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kehormatan warga NTT sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat Bali melalui pendekatan budaya, adat, dan dialog lintas komunitas.

Pemprov NTT juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran paguyuban Flobamora di Bali sebagai garda terdepan pembinaan warga, khususnya generasi muda, mahasiswa, dan para pekerja. Perhatian khusus akan diberikan kepada warga kurang mampu melalui pendekatan berbasis kebutuhan dan skala prioritas.

Upaya memperkuat kembali tali kekeluargaan antara masyarakat Bali dan diaspora NTT juga dilakukan melalui jalur diplomasi antar pemerintah daerah. Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, bersama Pemerintah Provinsi NTT melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Aula Kantor Gubernur Bali, Jumat (30/1/2026).

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Sumba Barat Daya Ny. Ratu Ngadu Bonnu Wula, Wakil Bupati Sumba Tengah Marthinus Umbu Djoka, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali. Pertemuan ini menjadi ruang dialog konstruktif untuk membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari dinamika sosial kemasyarakatan, ketenagakerjaan, administrasi kependudukan, hingga perlindungan hukum bagi warga NTT di Bali.

BACA JUGA:  Survei Voxpol: 80,5 Persen Warga Puas Kinerja Setahun Kepemimpinan Melki Laka Lena-Johni Asadoma

Bupati Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun dialog. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan oknum masyarakat Sumba Timur yang telah mengganggu kenyamanan dan kondusivitas di Bali.

“Pendekatan humanis dan kekeluargaan adalah kunci utama. Kami berkomitmen memastikan warga kami memperoleh pembinaan, perlindungan, dan kepastian hukum selama berada di Bali,” ujar Umbu Lili.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah terbuka Pemprov NTT yang datang langsung membangun komunikasi. Menurutnya, mobilitas warga antarwilayah merupakan dinamika yang wajar, namun harus diiringi dengan komunikasi yang baik, saling pengertian, serta tanggung jawab kolektif.

“Kita harus bersama-sama mengantisipasi agar tidak ada hal sensitif yang memicu konflik sosial. Bali adalah destinasi dunia yang harus dijaga keamanan dan kenyamanannya,” tegas Koster.

Kunjungan dan rangkaian dialog ini menjadi pesan kuat bahwa masa depan NTT tidak hanya dibangun di kampung halaman, tetapi juga oleh tangan-tangan Flobamora di perantauan. Dengan satu hati, satu semangat, dan satu tanggung jawab bersama, Pemprov NTT mengajak seluruh warga untuk menjadikan Bali sebagai ruang persaudaraan, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.