Direktur PT SMJ Ajak Petani NTT Manfaatkan Teknologi Drone: “Kalau Mau Maju dan Jaya, Bergabunglah dengan PT SMJ”

oleh -360 Dilihat
Direktur PT SMJ, Silvester Sudin Ajak Petani di NTT Beralih ke Pertanian Modern. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Direktur PT SMJ, Silvester Sudin, menyerukan ajakan kuat kepada para petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk beralih ke pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi, khususnya drone penyemprot (spraying drone). Ia menegaskan bahwa PT SMJ hadir untuk membantu petani agar lebih maju, efisien, dan sejahtera.

“Jika petani NTT mau maju dan jaya, bergabunglah bersama PT SMJ. Kami jamin petani akan maju dan jaya,” ujar Silvester dalam acara penanaman jagung yang digelar Pemuda Tani NTT berkolaborasi dengan Lanud El Tari Kupang dan PT. SMJ serta Politani Kupang pada Kamis, 27 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan drone memberikan manfaat besar dibanding metode manual yang selama ini digunakan petani secara turun-temurun. Dengan teknologi drone, penyemprotan herbisida di lahan seluas satu hektare hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Sementara jika dikerjakan secara manual, dibutuhkan sekitar 10 orang tenaga kerja selama satu hari penuh.

Menurut Silvester, kebiasaan kerja masyarakat yang kerap datang terlambat dan pulang cepat membuat produktivitas manual menjadi lebih rendah, namun biaya tenaga kerja tetap harus dibayar penuh. Sementara drone bekerja berdasarkan durasi pemakaian, sehingga perhitungan biaya menjadi lebih efisien.

“Kesimpulannya, penggunaan alat ini meminimalkan biaya produksi tapi meningkatkan produktivitas. Kalau mau cepat kaya, jadilah petani,” tegasnya.

Ia bahkan memplesetkan singkatan TNI sebagai “Tani Negeri Indonesia”, untuk menggambarkan bahwa bertani bisa menjadi profesi menjanjikan, baik bagi pegawai negeri, karyawan swasta, maupun masyarakat umum. Menurutnya, hanya mengandalkan gaji pegawai tidak cukup untuk menjamin masa depan yang mapan.

Silvester turut menyoroti pola hidup masyarakat yang sering membuang waktu di pagi hari, sehingga pekerjaan di kebun dimulai terlambat. Ia mengingatkan bahwa kemajuan dan kesejahteraan tidak datang begitu saja.

“Kalau hidup sengsara terus, bukan Tuhan yang menentukan. Tuhan tidak membuat kita miskin. Kita sendiri yang menentukan. Tuhan sudah ciptakan segala sesuatu dengan baik,” tuturnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk produktif. Dengan adopsi teknologi pertanian, Silvester yakin NTT dapat menjadi daerah maju dan makmur.

“Mari kita jadikan NTT sebagai negeri titipan Tuhan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.