Gubernur Melki Apresiasi IZI, 80 Lembaga Zakat Kerahkan 581 Relawan Bantu Korban Gempa Flores

oleh -59 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Beraudiensi dengan Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayaha Bersama Jajaran di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu, 31 Oktober 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT) Pengurus IZI

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama puluhan lembaga zakat dan jejaring relawan kemanusiaan yang telah bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayaha, bersama jajaran di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, IZI melaporkan keterlibatan sekitar 80 lembaga zakat dalam respons kemanusiaan penanganan gempa Flores. Operasi kemanusiaan itu telah menjangkau 58 titik pos respons bencana dengan melibatkan 581 relawan.

Untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan, disiapkan pula 71 unit sepeda motor, 87 unit mobil, serta 14 unit ambulans.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayaha, menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan tersebut difokuskan pada lima klaster utama, yakni kesehatan, logistik, pendidikan, pencarian dan pertolongan, serta pengungsian dan perlindungan.

Pada klaster kesehatan, IZI bersama jejaring kemanusiaan telah menyalurkan 906 paket perlengkapan bayi, 8.350 paket hygiene kit, 2.818 paket layanan kesehatan, 7.277 buah obat-obatan, serta 180 unit layanan pemeriksaan kesehatan atau MCU darurat.

Sementara pada klaster logistik, bantuan yang disalurkan meliputi 42 titik pos hangat, 58 titik dapur umum, 21.825 paket sembako, 19.670 porsi makanan siap saji, 5.726 buah selimut, serta 1.529 paket perlengkapan bagi kelompok lanjut usia.

Di sektor pendidikan, dukungan diberikan melalui penyediaan 13 unit sekolah darurat dan 1.083 paket bantuan sekolah agar aktivitas pendidikan anak-anak di wilayah terdampak tetap dapat berlangsung.

Adapun pada klaster pencarian dan pertolongan, kegiatan difokuskan pada pembersihan puing di 772 titik.

BACA JUGA:  Pembekalan KKRI Gelombang IV, Gubernur NTT Soroti Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Sedangkan untuk klaster pengungsian dan perlindungan, bantuan mencakup 389 unit tenda pengungsi, 25 pos tempat ibadah darurat, 78.269 liter air bersih, 1.048 potong pakaian baru, serta 16 unit perangkat Starlink guna mendukung konektivitas komunikasi di wilayah terdampak.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa keterlibatan berbagai lembaga kemanusiaan merupakan bentuk nyata solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, dunia usaha hingga masyarakat agar bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Gubernur Melki juga mengingatkan bahwa penanganan gempa Flores kini harus mulai diarahkan pada tahap pemulihan. Karena itu, perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak boleh berhenti hanya pada bantuan darurat.

“Kami tentu berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus diperkuat, terutama saat ini ketika penanganan bencana mulai memasuki tahapan pemulihan. Perhatian tidak boleh berhenti pada penanganan tanggap darurat, tetapi juga harus dilanjutkan melalui upaya pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak,” jelas Gubernur.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Pemerintah berharap melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, masyarakat korban gempa Flores dapat segera bangkit, memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi, serta kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Bagi Pemerintah Provinsi NTT, solidaritas kemanusiaan tidak boleh berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Justru pada tahap pemulihan, kehadiran dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat terdampak tidak dibiarkan berjuang sendiri menghadapi dampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.