Gubernur Melki Luncurkan KUR Masuk Kampus, Undana Jadi Pelopor Wirausaha Mahasiswa di NTT

oleh -109 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Resmi Luncurkan Program KUR Masuk Kampus di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meluncurkan program KUR Masuk Kampus dengan menetapkan Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai pelopor pengembangan wirausaha mahasiswa di NTT.

Peluncuran tersebut disampaikan saat dirinya menjadi keynote speaker dalam kuliah umum bertajuk “Peningkatan Akses Keuangan Bagi Pelaku Usaha Berbasis Komunitas Kampus sebagai Bentuk Implementasi One School One Product (OSOP)” yang berlangsung di Aula Lantai 3 Rektorat Undana, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknik Undana bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT ini dihadiri oleh Rektor Undana Prof. Dr. Jefri S. Bale jajaran pimpinan perbankan di NTT, civitas akademika, mahasiswa lintas fakultas, serta para alumni.

Dalam pemaparannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa program KUR Masuk Kampus merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai, kampus memiliki peran penting sebagai pusat lahirnya ide, inovasi, dan usaha produktif berbasis potensi lokal.

“Universitas Nusa Cendana akan menjadi kampus pelopor implementasi KUR Masuk Kampus. Kita ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mulai membangun usaha sejak dini dengan dukungan akses pembiayaan,” ujar Melki.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi NTT saat ini menunjukkan tren positif dengan capaian 5,32 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Namun demikian, tantangan utama masih terletak pada lemahnya sektor hilir, terutama dalam hal pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk lokal.

“Kita tidak kekurangan potensi. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dibiayai, diolah, dikemas, dan dijual dengan nilai tambah. Karena itu, hilirisasi menjadi kunci, mulai dari tanam, panen, olah, kemas hingga jual,” tegasnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 432 ribu pelaku UMKM di NTT, yang sebagian besar masih berada pada skala mikro dan kecil. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 7,6 persen yang mampu mengakses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Masalahnya bukan sekadar modal, tetapi keterhubungan dengan literasi keuangan, pendampingan usaha, akses perbankan, dan pasar yang masih terbatas,” jelasnya.

Melalui program KUR Masuk Kampus, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi, mulai dari ide bisnis mahasiswa, inkubasi di kampus, pendampingan usaha, akses pembiayaan KUR, hingga pemasaran produk melalui berbagai jaringan, termasuk NTT Mart.

Program ini diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong hasil riset kampus menjadi usaha produktif berbasis potensi daerah.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyambut baik program tersebut dan menegaskan komitmen kampus dalam membangun budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

“Kampus tidak lagi hanya mencetak pencari kerja, tetapi harus melahirkan pencipta lapangan kerja. Dengan literasi keuangan dan akses pembiayaan sejak dini, mahasiswa akan lebih siap menjadi pelaku usaha,” ujarnya.

Ia juga menilai program KUR Masuk Kampus sebagai intervensi strategis yang mampu mengubah pola pikir mahasiswa secara fundamental, dari job seeker menjadi job creator.

Di akhir kegiatan, Gubernur Melki mengajak mahasiswa untuk mengubah cara pandang terhadap masa depan.

“Jangan lagi bertanya setelah lulus mau kerja di mana, tetapi tanyakan mau usaha apa. Kita ingin generasi muda yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan pekerjaan,” pesannya.

Kuliah umum ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Pemimpin Bank NTT Kantor Cabang Utama Kupang Louis K. Gonsalves Atie, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi H. Nange, serta Area Head BRI Kupang Mochamed R. B. Wibowo.

BACA JUGA:  Dari Mobile Banking ke Super Apps, Bank NTT Siapkan Layanan Digital Terpadu

Salah satu mahasiswa peserta, Andre, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut, terutama terkait pentingnya membangun usaha sejak masih kuliah.

“Kegiatan ini membuka cara berpikir kami. Selama ini banyak mahasiswa ingin langsung mencari kerja setelah lulus, padahal kami juga bisa mulai merancang usaha dari sekarang. Kalau ada pendampingan dan akses KUR, tentu itu sangat membantu kami untuk berani memulai,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.