Gubernur Melki Tegaskan Pawai Keagamaan di NTT Hanya Kibarkan Merah Putih

oleh -1745 Dilihat
Gubernur NTT Pukul Bedug sebagai Simbol Pembukaan Resmi Acara Pawai Kupang Bertakbir Season III di Bundaran Tirosa, Kota Kupang pada 20 Maret 2026 malam. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa dalam setiap kegiatan pawai keagamaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), hanya bendera Merah Putih yang boleh dikibarkan sebagai simbol persatuan bangsa.

Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pawai Kupang Bertakbir Season 3 yang berlangsung di kawasan Bundaran Patung Tirosa pada Jumat (20/3/2026) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa tidak diperkenankan adanya bendera lain selain Merah Putih dalam kegiatan pawai tersebut. Hal ini dilakukan guna menjaga semangat persatuan dan menghindari potensi perpecahan di tengah masyarakat.

“Dalam kegiatan pawai Kupang Bertakbir ini, yang boleh naik dan berkibar hanya bendera Merah Putih. Tidak boleh ada bendera lain,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk pawai takbiran, tetapi juga akan diterapkan pada kegiatan keagamaan lainnya, termasuk pawai Paskah 2026 mendatang. Menurutnya, keseragaman simbol ini penting agar seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Begitu juga nanti pada pawai Paskah 2026, yang boleh berkibar hanya Merah Putih, sehingga semua pihak, termasuk aparat keamanan, bisa merasa tenang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menilai momentum pawai keagamaan seperti ini perlu dijadikan tradisi tahunan di NTT. Ia menyebut, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan umat beragama tertentu, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan seluruh masyarakat.

“Malam takbiran ini memang dari umat Muslim, tetapi kita semua bersama-sama menjaga agar berjalan dengan baik. Sama halnya dengan pawai Paskah dan juga Semana Santa di Larantuka, semuanya kita sukseskan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberagaman yang ada di NTT harus terus dirawat melalui kegiatan-kegiatan yang memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan.

BACA JUGA:  Hingga Agustus 2025, Kejati NTT Hentikan 52 Perkara Lewat Restorative Justice

Di akhir sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat NTT, baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Provinsi NTT, dalam suasana menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan Pawai Kupang Bertakbir Season 3 sendiri berlangsung meriah dengan diikuti ribuan peserta yang memadati ruas jalan Kota Kupang, mencerminkan semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di daerah tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.