Gubernur Melki Laka Lena Launching Pergub Pendanaan Pendidikan SMA/SMK/SLB, Tegaskan Sinergi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat
Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melaunching Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pendanaan Pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di SMA Negeri 2 Kupang pada Senin (27/10/2025) siang.
Pergub ini menjadi salah satu kebijakan strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat tata kelola dan transparansi pendanaan pendidikan menengah di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Gubernur Melki hadir didampingi oleh Staf Ahli Gubernur bidang Kesejahteraan Masyarakat, Ady Enderzon Mandala, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, serta Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Odermaks Sombu.
Turut hadir pula Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Darius B. Daton, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT, Teguh Rahayu Slamet, dan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTT, Irfan Karim.
Dari unsur legislatif, tampak hadir Wakil Ketua III DPRD Provinsi NTT, Kristien Samiyati Pati, Anggota DPRD NTT, Agustinus Nahak (Wakil Ketua I Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat), Winston Neil Rondo (Wakil Ketua II Komisi V), serta Adoe Yuliana Elisabeth, anggota Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD NTT.
Sebelum acara launching, Gubernur Melki menggelar dialog tatap muka dengan para Koordinator Pengawas, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Ketua OSIS dari beberapa SMA/SMK se-Kota Kupang.
Dialog ini menjadi wadah penting untuk mendengar aspirasi, kritik, dan saran dari para pemangku kepentingan pendidikan, serta memperkuat semangat bersama dalam membangun arah baru pendidikan menengah di NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan gagasan tentang Penguatan Standar dan Ekosistem Pendidikan di NTT. Menurutnya, pendidikan yang kokoh hanya bisa terbangun melalui sinergi tiga batu tungku, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Sinergi tiga unsur ini menjadi kunci membangun pendidikan unggul — berakar moral, berkarakter, dan berjiwa kewirausahaan,” tegas Gubernur Melki.
Dia menambahkan, tujuan utama pembangunan pendidikan di NTT adalah memastikan agar setiap sekolah memiliki kualitas yang terus meningkat, baik dari sisi guru, sarana prasarana, metode pembelajaran, kurikulum, maupun bahan ajar.
Audit, Evaluasi, dan Penguatan Ekosistem Pendidikan
Gubernur Melki juga mengusulkan adanya mekanisme audit dan evaluasi berkala terhadap capaian sekolah, guna mengukur peningkatan kemampuan siswa, baik secara akademik, pembentukan karakter, maupun pengembangan jiwa kewirausahaan.
“Kita perlu mendorong agar setiap sekolah, melalui kurikulum wajib maupun kegiatan ekstrakurikuler, memberi ruang bagi pengembangan ketiga kategori ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya menyatukan kembali peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan. Salah satu gagasan yang diusung adalah mendorong adanya jam belajar bersama keluarga, di mana orang tua ikut mendampingi dan mengontrol hasil belajar anak setiap hari.
“Ruang-ruang pendidikan seperti ini perlu terus kita dorong dan bila perlu diatur dalam regulasi. Karena keluarga adalah tempat pertama dan benteng terakhir ketika anak-anak menghadapi persoalan dalam proses tumbuh kembang dan pendidikannya,” jelasnya.
Tanggapi Isu Sosial dan Perlindungan Anak
Dalam dialog tersebut, Gubernur Melki juga menyinggung meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak, termasuk yang melibatkan pelajar SMP di Kota Kupang.
“Kondisi di Kota Kupang merupakan cerminan tantangan yang dihadapi di seluruh NTT. Karena itu, aspek ‘tungku masyarakat’ menjadi sangat penting,” katanya.
Ia meminta agar sekolah dapat melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat dalam memberikan masukan serta pendampingan moral bagi para siswa.
“Dengan cara ini, sekolah tidak berdiri sendiri, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” tutup Gubernur NTT.
Peluncuran Pergub Pendanaan Pendidikan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di Provinsi NTT, sejalan dengan visi Gubernur Melki untuk membangun NTT yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.***







