Gubernur NTT Sebut Budaya Lamaholot Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

oleh -156 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Hadiri Acara Festival Budaya Lamaholot Kupang pada Jumat, 10 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kekuatan budaya Lamaholot harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan produktif bagi pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPR RI Ahmad Yohan, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, para bupati dari wilayah Lamaholot, serta Ketua Keluarga Besar Lamaholot Kupang Don Ara Kian bersama masyarakat Lamaholot di Kota Kupang.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa Lamaholot memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat. Menurutnya, jika dikelola secara tepat dan terarah, potensi tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Lamaholot adalah kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika kita kelola dengan baik dan terarah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pendekatan pembangunan berbasis wilayah kerap menghadapi berbagai kendala. Sebaliknya, pendekatan berbasis budaya justru memiliki daya rekat yang kuat dalam menyatukan masyarakat lintas daerah.

“Pendekatan kawasan seringkali tidak mudah, tetapi budaya mampu menyambungkan. Ini kekuatan yang harus kita manfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi,” lanjut Gubernur.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya pengelolaan ekonomi yang terstruktur agar potensi besar masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada simbol budaya semata, melainkan mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan.

Gubernur juga berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot dapat diarahkan menjadi kekuatan yang lebih produktif, inovatif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan NTT.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam kapasitasnya sebagai penasihat Keluarga Besar Lamaholot mengajak seluruh masyarakat Lamaholot untuk terus menghidupkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA:  Prof. Apris Adu Tegaskan Tak Terlibat Pungutan Dana Rp2 Miliar di FKM Undana

“Kita harus terus menggaungkan semangat Lamaholot untuk membangun daerah ini. Tangguh, cerdas, pekerja keras, jujur, dan disiplin harus menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.

Dia juga menilai Festival Lamaholot sebagai momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan.

Bahkan, ia mendorong agar kegiatan tersebut dapat diusulkan menjadi agenda tahunan di tingkat nasional melalui Kementerian Kebudayaan.

Festival Lamaholot sendiri menjadi wadah bagi masyarakat Lamaholot di Kupang untuk berkumpul, berdiskusi, serta merumuskan langkah bersama dalam mendorong kemajuan daerah asal.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar strategis yang menghadirkan sejumlah tokoh dari wilayah Lamaholot, di antaranya Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Obeth Bolang, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Linus Lusi.

Seminar tersebut membahas berbagai peluang dan tantangan dalam mendorong kemajuan masyarakat Lamaholot, khususnya melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas dan pengembangan UMKM.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Festival Lamaholot diharapkan menjadi titik awal konsolidasi besar masyarakat Lamaholot untuk memperkuat solidaritas, memperluas jejaring, serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.