Halal Bi Halal Kemenag Kupang, Wali Kota Tekankan Kolaborasi Tanpa Sekat

oleh -761 Dilihat
Wali Kota Kupang Hadiri Kegiatan Halal Bihalal Kemenag Kota Kupang pada Selasa, 14 April 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri acara Halal Bi Halal 1447 H/2026 M yang digelar oleh Keluarga Besar Kementerian Agama Kota Kupang di Hotel Sahid T-More pada Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Antonius Nggaa Rua, beserta jajaran, unsur Forkopimda Kota Kupang, pimpinan lembaga keagamaan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang, para tokoh agama, tokoh masyarakat, imam masjid, serta mitra perbankan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia menekankan bahwa kolaborasi tidak mengenal batas hierarki, melainkan harus dibangun atas dasar kesetaraan dan kebersamaan.

“Kolaborasi itu tidak mengenal hierarki. Tidak ada batas atas atau bawah. Ketika kita mampu bertemu di tengah, maka kolaborasi akan menghasilkan sesuatu yang besar dan indah,” ujar Wali Kota.

Ia mengibaratkan kolaborasi sebagai perpaduan berbagai unsur yang berbeda namun saling melengkapi, seperti matahari dan tanah yang bersama-sama menghasilkan kehidupan. Menurutnya, keberagaman di Kota Kupang justru menjadi kekuatan dalam menciptakan harmoni.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan perjalanan iman yang mengajarkan kerendahan hati, saling memaafkan, serta mempererat persaudaraan. Ia menyebut bahwa sikap memaafkan adalah bentuk kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan.

Dalam konteks Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya, ia menilai harmoni tidak berarti keseragaman, melainkan keseimbangan.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Resmi Kelola Portal SASANDO, Dorong Tata Kelola Data Terintegrasi

Perbedaan, menurutnya, justru menciptakan keindahan jika dirawat dengan baik.
“Harmoni itu bukan berarti sama, tetapi seimbang. Seperti nada dalam lagu atau warna dalam lukisan, perbedaan justru menghasilkan keindahan,” jelasnya.

Wali Kota juga mengapresiasi peran Kementerian Agama Kota Kupang yang dinilai konsisten menjaga hubungan antarumat beragama serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.

Dia menyebut berbagai perayaan keagamaan seperti Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah yang berlangsung aman dan damai sebagai bukti kuatnya toleransi di Kota Kupang.

Selain itu, ia menyoroti capaian Kota Kupang yang berhasil masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta meraih predikat Kota Damai dan Inklusif.

Menurutnya, prestasi tersebut harus terus dijaga melalui kolaborasi semua pihak.
Mengutip pesan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wali Kota mengingatkan bahwa kebaikan tidak dibatasi oleh perbedaan agama. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Halal Bi Halal sebagai sarana saling memaafkan dan memperkuat persatuan demi membangun Kota Kupang yang damai, inklusif, dan penuh persaudaraan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Kupang dan seluruh masyarakat yang telah menjaga kerukunan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Antonius Nggaa Rua, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Kupang yang dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun kebersamaan.

Ia juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim seraya memohon maaf lahir dan batin.

BACA JUGA:  Ratusan Eks Nakes Kontrak Pemprov Mengadu ke Komisi V DPRD NTT

Dia menegaskan bahwa momentum Halal Bi Halal menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat integritas sebagai aparatur negara. Kementerian Agama, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menjaga Kota Kupang tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut diserahkan bantuan bagi anak-anak sekolah melalui program “Kemenag Berdampak”. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian Kementerian Agama Kota Kupang dalam mendukung dunia pendidikan serta membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.