Kawal Pasokan BBM, Semen dan Tekan Inflasi, Gubernur Melki Pimpin Rapat Ekonomi NTT

oleh -71 Dilihat
Gubernur Melki Laka Lena Pimpin Rapat Ekonomi NTT ke-8 di Kantor BI Perwakilan NTT pada Kamis, 5 November 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menaruh perhatian serius terhadap stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM), kelangkaan semen, serta pengendalian inflasi menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Melki saat memimpin langsung Rapat Pembahasan Perekonomian Daerah Kedelapan (VIII) yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Kamis (5/11/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran pimpinan instansi vertikal, perbankan, asosiasi pengusaha, serta para pelaku usaha. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk mengantisipasi dinamika ekonomi akhir tahun sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok kebutuhan masyarakat di NTT.

Mengawali rapat, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, memaparkan sejumlah isu strategis, terutama perkembangan pertumbuhan ekonomi regional dan tren kenaikan inflasi menjelang akhir tahun.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa pengawasan distribusi komoditas vital tidak boleh kendur. Meskipun antrean panjang di sejumlah SPBU berangsur membaik melalui kerja sama lintas sektor, pengawasan distribusi BBM harus tetap diperketat, terutama menghadapi peningkatan kebutuhan selama momentum Nataru dan pelaksanaan proyek-proyek akhir tahun.

Selain BBM, Gubernur juga menyoroti kelangkaan semen yang terjadi secara tiba-tiba di sejumlah daerah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas sektor konstruksi, perdagangan, serta memperlambat perputaran ekonomi masyarakat.

“Meskipun antrean panjang di SPBU berangsur membaik berkat kerja sama lintas sektor, pengawasan distribusi BBM tetap harus dipantau secara ketat menghadapi momentum Nataru serta proyek akhir tahun. Kelangkaan semen yang terjadi secara tiba-tiba di berbagai daerah turut berdampak langsung pada sektor konstruksi, perdagangan, dan perlambatan perputaran ekonomi lokal,” tegas Melki.

Ia meminta Pertamina dan para pelaku usaha menelusuri secara transparan faktor penyebab kelangkaan semen maupun persoalan distribusi komoditas penting lainnya agar tidak terus membebani masyarakat dan dunia usaha.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya efisiensi pelayanan di pelabuhan sebagai pintu utama masuknya berbagai kebutuhan masyarakat ke wilayah NTT.

Instansi pengelola pelabuhan bersama Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan NTT diminta memperbaiki proses bongkar muat serta memangkas waktu tunggu atau dwelling time, khususnya bagi komoditas kebutuhan mendasar masyarakat.

Menurutnya, kelancaran arus barang sangat menentukan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar. Karena itu, hambatan logistik harus diidentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi antarlembaga.

Di sisi lain, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) didorong terus menghadirkan analisis ekonomi yang akurat untuk memantau pergerakan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Gubernur juga mengajak seluruh pelaku usaha menyampaikan kondisi riil di lapangan secara terbuka sehingga pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif berdasarkan persoalan yang sebenarnya terjadi.

“Ketahanan ekonomi dan rantai pasok harus diperkuat dengan skema konkret berbasis semangat gotong royong. Pemerintah mengajak para pengusaha untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan secara terbuka sambil tetap menjaga iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada pengendalian inflasi, Gubernur Melki turut mendorong pemanfaatan momentum Natal dan Tahun Baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, terutama sektor pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta olahraga.

Pemerintah Provinsi NTT terus menggalakkan berbagai kegiatan berbasis masyarakat, termasuk Tour de EnTeTe yang menghadirkan kegiatan jalan kaki dan lomba lari 10 kilometer sebagai bagian dari upaya menggerakkan aktivitas ekonomi dan memperkenalkan potensi daerah.

BACA JUGA:  Kunker ke Kabupaten Belu, Gubernur NTT Tinjau Berbagai Proyek Strategis

Melalui Rapat Perekonomian Daerah VIII ini, Gubernur Melki meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan energi, kelancaran distribusi barang, stabilitas harga, serta ketahanan rantai pasok.

Pemerintah berharap langkah terpadu tersebut tidak hanya mampu mengantisipasi tekanan inflasi menjelang Nataru, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dan daya beli masyarakat NTT terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.