Kolaborasi Warga Kayu Putih dan Pemkot Kupang Bangun Penahan Banjir Kali Mati

oleh -701 Dilihat
Wali Kota Kupang Tinjau Lokasi Pembangunan Penahan Banjir Kali Mati Kayu Putih pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Kepedulian dan inisiatif warga yang bergerak secara swadaya akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kini terwujud melalui pembangunan penahan banjir di bantaran Kali Mati, RT 007/RW 02, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi langkah warga yang secara mandiri melakukan perbaikan penahan banjir demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan saat Wali Kota turun langsung meninjau lokasi pembangunan pada Sabtu (24/1/26).

Lokasi tersebut merupakan jalur penghubung penting antara Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Tuak Daun Merah. Selama bertahun-tahun, bantaran Kali Mati terus tergerus banjir setiap musim hujan hingga mengikis sebagian badan jalan. Kondisi ini kerap mengganggu arus lalu lintas dan menyulitkan kendaraan besar, termasuk mobil tangki air minum yang melayani kebutuhan warga.

Permasalahan ini sebenarnya telah diperjuangkan warga bersama pemerintah setempat melalui forum Musrenbang tingkat kelurahan sejak belasan tahun lalu. Namun, kondisi yang semakin parah mendorong Ketua RT 007, Lambertus Taneo, bersama warga untuk mengambil langkah cepat. Pada awal November 2025, warga berinisiatif memperbaiki penahan banjir secara swadaya agar akses jalan tetap aman digunakan.

“Kalau hujan deras, jalan ini makin terkikis. Kami khawatir suatu saat bisa putus total. Karena itu warga sepakat bergerak bersama agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar Lambertus Taneo.

Upaya tersebut kemudian sampai ke telinga Wali Kota Kupang. Salah seorang warga, Aloysius Tani, menyampaikan langsung kondisi bantaran kali kepada Wali Kota pada November 2025. Respons cepat pun diberikan. Wali Kota segera meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran pada area longsor sepanjang kurang lebih 20 meter.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Tegaskan Penanganan Stunting Harus Fokus pada Pencegahan

“Waktu kami sampaikan langsung, Pak Wali Kota langsung merespons. Tidak lama setelah itu, petugas dari PUPR datang mengukur lokasi. Kami sangat bersyukur karena aspirasi kami didengar,” kata Aloysius Tani.

Tindak lanjut nyata dilakukan pada Januari 2026, ketika Dinas PUPR Kota Kupang mulai membangun penambahan penahan banjir di lokasi tersebut. Pekerjaan ini disambut antusias warga karena memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Wali Kota Kupang bersama jajaran meninjau langsung proses pembangunan. Meski kunjungan berlangsung singkat, kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang itu disambut hangat oleh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk melanjutkan perbaikan pada sejumlah titik lain yang masih berpotensi longsor.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dasar di lingkungan permukiman.
Warga pun menyampaikan terima kasih atas perhatian dan respons cepat Pemerintah Kota Kupang.

“Sekarang kami lebih nyaman dan aman melintas di jalan ini. Harapan kami, pemerintah terus hadir dan memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil seperti kami,” tutup Lambertus Taneo. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.