KSOP Kupang Ancam Polisikan Garda Maritim, Tak Terima Petugas Disebut “Goblok”

oleh -143 Dilihat
Kepala KSOP Kelas III Kupang Simon B. Baon Pose Bersama GM ASDP Kupang General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Ardhani Friandy. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kepala KSOP Kelas III Kupang, Simon B. Baon, mengancam menempuh jalur hukum terhadap manajemen Garda Maritim menyusul dugaan penghinaan terhadap petugas KSOP di Pelabuhan Bolok, Kupang.

Simon menegaskan, pihaknya tidak menerima tindakan oknum yang diduga melontarkan kata “goblok” kepada petugas KSOP. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya menyangkut pribadi petugas, tetapi juga dinilai melecehkan institusi Kementerian Perhubungan.

Ia meminta manajemen Garda Maritim segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang bersangkutan serta menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

“Kalau tidak ada permintaan dan permohonan maaf, kami akan menempuh jalur hukum. Ini pelecehan terhadap institusi Kementerian Perhubungan,” tegas Simon kepada wartawan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Simon juga menekankan bahwa petugas KSOP ditempatkan di pelabuhan berdasarkan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki, bukan tanpa dasar.

Karena itu, ia meminta manajemen perusahaan melakukan evaluasi dan audit terhadap sumber daya manusia yang ditempatkan dalam pelayanan publik, khususnya pada layanan penyeberangan.

Sementara itu, General Manager Garda Maritim Kupang, Fauzan, menyatakan manajemen akan mengambil tindakan terhadap oknum yang terlibat. Pihaknya juga berencana menyampaikan surat permohonan maaf kepada Kementerian Perhubungan.

“Yang pasti, manajemen akan memberikan tindakan. Saya mewakili manajemen juga akan bersurat menyampaikan permohonan maaf kepada Kementerian Perhubungan atas kejadian tersebut,” ujar Fauzan.

Fauzan menjelaskan, saat insiden terjadi, dirinya tidak berada di lapangan. Ia menyebut sebelumnya terdapat persoalan koordinasi terkait muatan yang diduga melebihi ketentuan dimensi kendaraan dan telah masuk ke kapal.

Meski demikian, manajemen Garda Maritim menyatakan akan menindaklanjuti kejadian tersebut dan menjatuhkan sanksi terhadap oknum yang bersangkutan.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut profesionalisme petugas dan koordinasi antarpihak dalam pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Bolok. Penyelesaian secara tegas diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang dan menjaga keamanan serta kelancaran pelayanan kepada masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.