Lagu Daerah NTT Taklukkan Panggung Dunia, Vincenzo Singers TTU Raih Emas di Spanyol

oleh -36 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Terima Kunjungan Vincenzo Singers di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu, 31 Oktober 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kekayaan musik tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggema di panggung internasional. Paduan suara Vincenzo Singers asal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sukses meraih medali emas kategori Folklore dalam kompetisi Sing for Gold 2026: The World Choral Cup yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, pada 22–26 Oktober 2026.

Prestasi membanggakan ini diraih setelah Vincenzo Singers tampil memukau dengan membawakan lagu-lagu daerah NTT di hadapan juri dan peserta dari berbagai negara. Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa musik tradisional daerah memiliki daya saing dan mampu berbicara di panggung dunia.

Vincenzo Singers yang beranggotakan 27 orang muda, terdiri atas 25 penyanyi, seorang dirigen, dan seorang pemusik, harus bersaing dengan 33 tim paduan suara dari 24 negara.

Dalam kategori Folklore, mereka membawakan dua lagu daerah, yakni Mana Lolo Banda, lagu tradisional Rote yang diaransemen Arga Rakasiwi, serta Oel Ana, lagu daerah TTU ciptaan Egi Anapah yang diaransemen Robert R. G. Toemeluk.

Penampilan tersebut mengantarkan Vincenzo Singers memperoleh nilai total 23,25 dan meraih medali emas dengan Diploma III.

Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi, melainkan juga menjadi bukti bahwa identitas budaya NTT memiliki kekuatan untuk dikenal dan diapresiasi masyarakat internasional.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menerima kunjungan Vincenzo Singers di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (31/10/2026).

Gubernur Melki menyampaikan selamat dan penghargaan kepada seluruh anggota Vincenzo Singers. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda NTT memiliki talenta, kemampuan, dan daya saing untuk berprestasi di tingkat internasional.

Ia menegaskan, capaian Vincenzo Singers bukan hanya mengharumkan nama Kabupaten TTU dan Provinsi NTT, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Indonesia.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Hibahkan Aset Eks Dinkes untuk Pembangunan Kantor Kejari Kota Kupang

Gubernur berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT agar tidak takut bermimpi dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang seni, budaya, olahraga, pendidikan maupun bidang lainnya.

Menurutnya, setiap anak muda mempunyai kesempatan untuk meraih prestasi apabila disertai kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, dan keyakinan.

“Apa yang dilakukan oleh Vincenzo Singers ini bukan sekadar urusan dunia atau hanya mengikuti lomba paduan suara. Ini juga merupakan karya kita kepada Tuhan, bernyanyi untuk Tuhan, bahkan sampai ke Fatima. Karya seperti ini membantu menguatkan iman manusia agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ungkap Gubernur.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota Vincenzo Singers agar tidak cepat berpuas diri. Mereka diminta terus berlatih, menjaga kekompakan, meningkatkan kualitas penampilan, serta menjadikan doa sebagai bagian penting dalam setiap perjuangan.

Bukan Sekadar Kompetisi, tetapi Perjalanan Iman

Sementara itu, Pembina Paduan Suara Vincenzo Singers, Adrianus Markus Pontus, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kompetisi internasional di Barcelona bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi pengalaman iman yang luar biasa bagi seluruh anggota.

Menurut Adrianus, berbagai tantangan telah mereka hadapi sejak persiapan, keberangkatan, mengikuti kompetisi hingga kembali ke tanah air. Namun, seluruh pengalaman tersebut justru memperkuat rasa syukur dan keyakinan mereka terhadap pertolongan Tuhan.

“Apa yang kami jalani ini bukan soal perlombaan saja, tetapi merupakan perjalanan iman yang luar biasa. Banyak tantangan yang kami hadapi sampai kami kembali. Dengan hasil yang kami raih ini, puji Tuhan, banyak hal yang membuat kami terus bersyukur dan berharap pada pertolongan Tuhan,” ujarnya.

Selain mengikuti kompetisi di Barcelona, Vincenzo Singers juga menyempatkan diri mengunjungi Fatima, Portugal, untuk memproduksi sebuah album rohani dan video klip lagu rohani tentang Bunda Maria.

BACA JUGA:  Dari Ritual Suci hingga Pawai Budaya, Tawur Kasanga Kupang Tampilkan Harmoni dan Toleransi

Adrianus menjelaskan, proses produksi tersebut juga diwarnai berbagai tantangan. Namun, seluruh anggota tetap berkomitmen menyelesaikannya dengan harapan karya rohani itu dapat menjangkau lebih banyak orang, menginspirasi kehidupan iman, serta membawa pesan kebaikan bagi masyarakat luas.

Dukungan Banyak Pihak Antar Vincenzo Singers ke Panggung Dunia

Adrianus turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik melalui doa maupun bantuan finansial, sehingga Vincenzo Singers dapat mengikuti kompetisi paduan suara tingkat dunia.

Dukungan tersebut datang dari Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Kompas Gramedia, para donatur, serta hasil penggalangan dana dan usaha mandiri para anggota melalui konser langsung maupun live streaming.

Ia mengakui, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan kelompok paduan suara asal Kefamenanu tersebut hingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.

“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kami karena untuk pertama kalinya kami diundang mengikuti kompetisi paduan suara tingkat dunia dan bisa memperoleh medali emas dalam kategori Folklore,” ungkap Adrianus.

Keikutsertaan Vincenzo Singers dalam kompetisi tersebut merupakan undangan dari INTERKULTUR Foundation, lembaga nirlaba asal Jerman yang menyelenggarakan berbagai kompetisi paduan suara internasional.

Dalam kompetisi Sing for Gold 2026, terdapat tujuh kategori yang diperlombakan, yakni Children’s Choir, Youth Choirs, Chamber Choirs and Vocal Ensembles, Adult Choirs, Musica Sacra, Pop-Jazz-Gospel, serta Folklore.

Vincenzo Singers memilih kategori Folklore sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTT melalui lagu-lagu daerah yang dikemas dalam aransemen paduan suara.

Prestasi ini menjadi pesan kuat bahwa lagu daerah bukan sekadar warisan budaya yang dinikmati masyarakat lokal. Dengan kreativitas, kerja keras, dan keberanian, musik tradisional NTT mampu menembus batas negara dan mendapatkan pengakuan dunia.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Dorong Standar Ketat Gizi dan Keamanan Pangan dalam Program MBG

Dari Kefamenanu menuju Barcelona, Vincenzo Singers telah membuktikan bahwa anak muda NTT memiliki kemampuan untuk membawa identitas budaya daerah ke panggung internasional sekaligus mengharumkan nama Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.