Menteri PPN dan Gubernur NTT Kompak Percepat Pemulihan Flores Pascagempa

oleh -15 Dilihat

Suarantt.id, Kupang-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena sepakat mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah Flores pascagempa bumi.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat strategis yang berlangsung di VIP Bandara El Tari Kupang, Senin (14/9/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT dalam menghadapi dampak bencana sekaligus menyiapkan arah pembangunan Flores ke depan.

Menteri PPN Rachmat Pambudy memberikan penguatan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat agar tetap tegar menghadapi musibah serta bersama-sama mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Menurut Rachmat, perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah terdampak merupakan bagian dari kewajiban negara untuk mendukung pemerintah daerah, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

“Saat ini kita sedang mengalami duka mendalam atas bencana alam gempa bumi di Flores, dan tentunya pada momentum ini juga menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah yang terdampak bencana,” kata Rachmat.

Dalam rapat tersebut, Rachmat juga mendorong agar pembangunan pascabencana tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kerusakan fisik, tetapi sekaligus menjadi momentum meningkatkan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia di NTT.

Ia menekankan agar berbagai potensi ekonomi NTT tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas, tetapi dihubungkan dengan rantai nilai sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap wilayah harus saling terhubung sehingga potensi yang dimiliki satu daerah dapat mendukung pertumbuhan daerah lainnya.

“Kalau saja ini dikerjakan dengan baik, lima tahun pasti berubah. Pembangunan tidak pernah bisa mengubah sesuatu secara besar seketika namun dari hal-hal sederhana,” ungkap Rachmat.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Perkuat Layanan Paliatif untuk Pasien dengan Penyakit Kronis

Rachmat juga menegaskan bahwa pembangunan pascagempa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur.

“Membangun fisik penting, membangun jalan penting, jembatan penting, bangun sawah penting, tapi membangun sumber daya manusia jauh lebih penting,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan gempa bumi yang melanda Flores memberikan dampak besar terhadap tujuh kabupaten. Wilayah terdampak tersebut memiliki kontribusi sekitar 30 hingga 35 persen terhadap perekonomian NTT.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT bersama tujuh kabupaten terdampak terus melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pendataan mencakup kerusakan rumah penduduk, kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta berbagai infrastruktur lainnya.

Melki menargetkan seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sepanjang September hingga awal Oktober 2026. Setelah itu, data akan diuji publik untuk memastikan akurasi dan validitas sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan desain pemulihan dan pembangunan kembali Flores.

“Kita upayakan dari September ini sampai awal Oktober, itu seluruh urusan pendataan sudah selesai sampai diuji publik. Karena setelah itu kita harus menuju Jakarta bertemu lagi dengan Pak Menteri Bappenas beserta jajaran, dan tentu juga dengan Pak Menko PMK,” ujar Melki.

Melki menjelaskan, perkembangan penanganan gempa Flores juga telah dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat bertemu di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Melki, Pratikno menekankan pentingnya perencanaan pemulihan yang matang, termasuk penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

“Pak Pratikno menyampaikan, kalau perencanaannya bagus, kalau kemudian mendapat atensi yang bagus, dan dipersiapkan dengan baik, termasuk R3P dan sebagainya, serta sejauh pemerintah daerah mampu merumuskan dengan baik berbagai penataan maka momentum gempa Flores ini justru bisa dipakai untuk memperbaiki pembangunan di Flores,” jelas Melki.

BACA JUGA:  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Guru SMP/MTs di Kota Kupang Ikuti Bimtek Model Pembelajaran Inovatif

Dalam rapat tersebut, Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Florentina turut memaparkan konsep pemulihan pascagempa yang diarahkan pada penataan pembangunan Flores secara lebih terintegrasi.

Menurut Theresia, wilayah utara Flores yang terdampak gempa merupakan salah satu koridor strategis karena menghubungkan Labuan Bajo hingga Lembata.

Labuan Bajo yang telah berkembang sebagai destinasi pariwisata premium diharapkan dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Pemprov NTT juga mendorong penyusunan rencana induk pembangunan Flores yang mengintegrasikan potensi produksi, pengolahan, pemasaran, pariwisata dan rantai pasok antarkabupaten.

Infrastruktur jalur Pantura Flores dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas serta distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.

Konsep pembangunan tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan pengembangan Flores dengan Sumba dan Timor. Sumba memiliki potensi pariwisata minat khusus dan peternakan, Flores dengan pariwisata premium bahari serta berbagai komoditas unggulan, sementara Timor memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan dengan Timor-Leste.

Meratus Serahkan 32 Kontainer Bantuan

Rapat strategis tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan penanganan gempa Flores dari Meratus Group kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Bantuan tersebut berupa 32 kontainer berukuran 20 feet yang berisi paket sembako dan berbagai kebutuhan logistik lainnya bagi masyarakat terdampak gempa.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh CEO Meratus Group, Marcel Menaro, dan Direktur Utama PT Meratus Line, Slamet Raharjo, kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Penyerahan tersebut disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

CEO Meratus Group Marcel Menaro berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat Flores yang terdampak bencana sekaligus mendorong pihak lainnya untuk ikut bergotong royong memberikan dukungan.

“Semoga bantuan ini bisa membantu saudara-saudara kita, teman-teman kita yang sedang mengalami musibah bencana gempa bumi di Flores,” ujarnya.

BACA JUGA:  NTP NTT Januari 2025 Naik 0,63 Persen, Peternakan Mengalami Penurunan

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sekaligus memastikan pemulihan Flores dilakukan secara terencana, terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.