Wali Kota Kupang Dinilai Jadi Peserta Terbaik KPPD IV, Paparkan Inovasi Dana Kegawatdaruratan RSUD SK Lerik

oleh -5 Dilihat
Wali Kota Kupang Paparkan Dana Kegawatdaruratan RSUD SK-Lerik di Lemhanas. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mendapat sorotan dalam penutupan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta. Karena dinilai sebagai salah satu peserta terbaik dan mendapat kepercayaan untuk memaparkan rencana aksi keberlanjutan inovasi pemerintah daerah di hadapan jajaran pimpinan dan penyelenggara KPPD.

Dalam forum tersebut, dr. Christian Widodo mempresentasikan Rencana Aksi Keberlanjutan Inovasi Dana Kegawatdaruratan pada RSUD SK Lerik, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat kecepatan dan integrasi pelayanan kesehatan kegawatdaruratan di Kota Kupang.

Kegiatan KPPD Angkatan IV diselenggarakan melalui kolaborasi Lemhannas RI, Kementerian Dalam Negeri, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP).

Kesempatan memaparkan program tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian evaluasi kepemimpinan kepala daerah. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki gagasan inovatif, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi rencana aksi yang realistis, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Dalam presentasinya, dr. Christian Widodo menjelaskan inovasi dana kegawatdaruratan dengan dukungan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar. Skema tersebut diarahkan untuk memastikan pelayanan terhadap pasien dalam kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat tanpa terkendala persoalan pembiayaan.

Inovasi tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan command center sebagai instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan. Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh informasi secara lebih cepat sehingga respons terhadap kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.

Di hadapan Gubernur Lemhannas RI, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Direktur Purnomo Yusgiantoro Center, serta perwakilan Lee Kuan Yew School of Public Policy, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa inovasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah gagasan atau program pelayanan kesehatan.

Menurut dia, keberlanjutan program merupakan bagian dari komitmen politik yang harus diwujudkan selama masa kepemimpinannya.

“Ini adalah komitmen yang akan kami penuhi dalam tiga tahun ke depan. Sebagai kepala daerah, saya memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelenggarakan pelayanan ini,” ujar dr. Christian Widodo dalam presentasinya.

Penunjukan dr. Christian Widodo untuk mempresentasikan rencana aksi di hadapan para penyelenggara KPPD dilakukan setelah gagasan dan inovasi yang dibawanya dinilai menonjol dibandingkan peserta lainnya.
Predikat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi kepala daerah dinilai bukan hanya dari sisi kebaruan program, tetapi juga dari kemampuan pemimpin daerah dalam membangun kebijakan yang memiliki arah keberlanjutan dan dampak nyata.

Bagi Kota Kupang, inovasi dana kegawatdaruratan tersebut diarahkan untuk menjawab salah satu kebutuhan paling mendasar dalam pelayanan publik, yakni memastikan masyarakat memperoleh pertolongan medis secara cepat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Melalui dukungan anggaran, sistem pengambilan keputusan berbasis command center, serta komitmen keberlanjutan selama masa kepemimpinan, program tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan di Kota Kupang.

Forum KPPD pun menjadi ruang bagi kepala daerah untuk menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada kemampuan merumuskan visi, tetapi harus diwujudkan melalui program yang terukur, keputusan yang cepat, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap presentasi Wali Kota Kupang.

Menurut Ace Hasan, narasi yang disampaikan dr. Christian Widodo menunjukkan hubungan yang kuat antara gagasan inovasi, implementasi program prioritas, dan rencana aksi kepala daerah.
“Naras yang disampaikan Wali Kota Kupang itu excellent,” ujar Ace Hasan.

Ia menilai setidaknya terdapat tiga aspek penting yang tergambar dalam presentasi tersebut, yakni alur logika inovasi, implementasi program prioritas, serta komitmen dalam rencana aksi.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Serahkan 16 Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2025

Ketiga aspek itu, menurut dia, disampaikan secara konkret dan tidak berhenti pada konsep. Program yang telah dijalankan juga dinilai telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Karena itu, Lemhannas menilai inovasi Pemerintah Kota Kupang tersebut sebagai inovasi yang “excellent”.
Inovasi kegawatdaruratan Kota Kupang yang dipaparkan dr. Christian Widodo juga mendapat perhatian dari Direktorat Pendapatan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Pejabat tersebut mendorong agar inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di RSUD S.K. Lerik dapat dikembangkan menjadi inovasi nasional dan direplikasi di rumah sakit daerah lainnya di Indonesia.
Menurut dia, model tersebut memiliki nilai strategis karena berhubungan langsung dengan keselamatan pasien yang berada dalam situasi kritis dan berpacu dengan waktu.

Ia menilai persoalan administrasi tidak semestinya menjadi faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan pasien dalam kondisi darurat.
“Inovasi dana pengaman kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang ini perlu didorong menjadi inovasi nasional dan dapat dipakai di rumah sakit-rumah sakit daerah lain di Indonesia, sehingga bisa lebih banyak menyelamatkan nyawa yang bertarung dengan waktu. Jangan sampai ada nyawa yang hilang hanya karena masalah administrasi.”ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.