Menuju Kursi Sekda NTT: Tiga Kandidat Lolos, Publik Harap Pemimpin Birokrasi Visioner

oleh -1337 Dilihat
Tiga Kandidat Lolos Seleksi Sekda NTT yakni Servulus Bobo Riti, Fransiskus Sales Sodo dan Ruth Diana Laiskodat. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2025 kini memasuki tahap akhir.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, telah mengumumkan tiga nama kandidat yang lolos seleksi setelah seluruh tahapan rampung dan memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Tiga kandidat yang dinyatakan lolos yakni Fransiskus Sales Sodo, Ruth Diana Laiskodat, dan Servulus Bobo Riti. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil Panitia Seleksi serta rekomendasi BKN Nomor 03100/R-AK.02.03/SD/K/2026 tertanggal 17 Januari 2026, dengan urutan nama disusun secara alfabetis tanpa mencerminkan peringkat nilai akhir.

Seleksi terbuka ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam menerapkan sistem merit, yakni memastikan pengisian jabatan strategis dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Proses seleksi berlangsung berlapis, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi manajerial dan sosial kultural, uji kompetensi bidang, hingga wawancara akhir untuk mengukur kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan strategis para peserta.

Meski tiga nama telah ditetapkan, keputusan akhir tetap berada di tangan gubernur sebelum diajukan kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Pada titik ini, publik menaruh perhatian besar terhadap langkah yang akan diambil gubernur, yang dinilai mencerminkan arah kebijakan dan kualitas political will dalam menentukan figur terbaik.

Di tengah dinamika tersebut, aspirasi masyarakat mulai mengerucut pada kebutuhan akan sosok Sekda yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga visioner dalam membaca tantangan daerah.

Sejumlah pemerhati kebijakan publik di Kupang menilai, figur seperti Fransiskus Sales Sodo dinilai memiliki rekam jejak birokrasi yang komprehensif serta pengalaman lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“NTT membutuhkan Sekda yang mampu mengoordinasikan solusi lintas sektor, terutama dalam menghadapi persoalan kemiskinan, stunting, dan ketimpangan layanan dasar,” ujar seorang pengamat kebijakan publik belum lama ini.

Jabatan Sekda sendiri merupakan posisi tertinggi dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat daerah. Peran ini sangat strategis karena menjadi koordinator seluruh perangkat daerah serta penghubung antara kepala daerah dan implementasi kebijakan di lapangan.

Sebelumnya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu memperkuat reformasi birokrasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik di NTT.

Pemerintah Provinsi NTT juga memastikan seluruh tahapan seleksi telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Kini, perhatian publik tertuju pada keputusan akhir gubernur. Lebih dari sekadar proses administratif, penentuan Sekda definitif dinilai akan menjadi penentu arah tata kelola pemerintahan NTT ke depan, sekaligus menjawab harapan masyarakat akan hadirnya pemimpin birokrasi yang visioner dan responsif. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.