Suarantt.id, Kupang-Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerapkan kebijakan wajib lisensi bagi seluruh pelatih yang mendampingi tim dalam ajang resmi.
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT akan bertindak sebagai tuan rumah.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Pengprov PBVSI NTT bersama Panitia Pelatihan Pelatih Daerah yang berlangsung di Sekretariat PBVSI NTT, Tofa, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang.
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa mulai tahun 2026, setiap pelatih yang terlibat dalam kompetisi resmi, termasuk Ben Mboi Memorial Cup, wajib mengantongi lisensi sertifikasi resmi dari PBVSI.
“Kita tidak bisa lagi mengelola olahraga ini dengan cara-cara konvensional. Kualitas atlet sangat ditentukan oleh kualitas pelatihnya. Karena itu, lisensi menjadi syarat mutlak agar pembinaan berjalan berbasis ilmu kepelatihan modern dan sport science,” tegas Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT ini.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan sistem pembinaan voli di NTT dengan standar nasional sekaligus meningkatkan daya saing atlet daerah di tingkat nasional.
Sebagai implementasi, PBVSI NTT akan menggelar Pelatihan Pelatih Sertifikasi Daerah (Zona I) pada 28-30 Mei 2026 di Kupang. Pelatihan ini mencakup wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor.
Winston menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi satu-satunya kesempatan bagi pelatih di zona tersebut untuk mendapatkan lisensi hingga tahun 2028.
“Setelah ini, kami akan menutup pelatihan publik dan fokus penuh pada persiapan teknis serta pemusatan latihan atlet menuju PON 2028. Ini adalah kesempatan terakhir bagi para pelatih untuk mendapatkan lisensi,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, PBVSI NTT akan menghadirkan tiga hingga empat narasumber bersertifikasi nasional. Materi yang diberikan meliputi manajemen tim, psikologi kepelatihan, teknik dan taktik permainan modern, hingga pendekatan sport science dalam pembinaan atlet.
Sebagai bentuk penegakan aturan, PBVSI NTT menegaskan bahwa pelatih tanpa lisensi tidak diperkenankan mendampingi tim di bangku cadangan (bench) dalam pertandingan resmi. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kejuaraan di bawah naungan PBVSI NTT.
“Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi upaya membangun ekosistem voli yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing,” tambah Winston.
PBVSI NTT juga mengajak seluruh Ketua KONI kabupaten/kota, pengurus klub, serta guru olahraga untuk segera mendaftarkan pelatihnya. Kuota pelatihan dibatasi hanya 40 peserta guna menjaga kualitas dan efektivitas pembelajaran. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup setelah kuota terpenuhi. ***






