Monumen Flobamora Rumah Pancasila Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Sejarah

oleh -1513 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang Tinjau Monumen Flobamora Rumah Pancasila pada Kamis, 22 Januari 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, akan dilanjutkan dan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan hal tersebut usai meninjau langsung lokasi monumen bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Bupati Kupang, Yosep Lede, pada Kamis (22/01/2026).

“Hari ini saya bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang turun langsung meninjau Monumen Flobamora Rumah Pancasila. Dari kunjungan ini, kami bertiga sepakat satu hal penting, yakni pembangunan monumen ini harus dilanjutkan dan dituntaskan,” tegas Gubernur Melki Laka Lena.

Monumen Flobamora Rumah Pancasila dirancang sebagai simbol kebanggaan Flobamora dengan bangunan berbentuk burung Garuda yang menghadap ke Laut Sawu dan memiliki tinggi sekitar 50 meter. Monumen ini sejak awal dibangun untuk mengumandangkan nilai-nilai Pancasila dari NTT ke seluruh Nusantara, mengingat keterkaitan sejarah daerah ini dengan lahirnya gagasan Pancasila.

Gubernur Melki mengakui, pembangunan monumen tersebut sempat terhenti dan belum dapat difungsikan, meskipun telah menyerap anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan arah pengembangan monumen ke depan lebih jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Monumen ini akan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila yang dapat dimanfaatkan bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT juga menyampaikan apresiasi kepada Teo Widodo yang telah menghibahkan lahan tempat berdirinya monumen kepada Pemerintah Provinsi NTT. Menurutnya, hibah lahan tersebut merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kecintaan terhadap daerah.

Pemerintah menargetkan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat diselesaikan dalam tahun ini. Untuk pembiayaan, Gubernur NTT bersama Wali Kota Kupang dan Bupati Kupang sepakat mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ke depan, koordinasi lintas pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan terus kami perkuat agar monumen ini tidak hanya berdiri megah, tetapi juga hidup sebagai ruang edukasi, sejarah, dan destinasi wisata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.