NTT Lirik Potensi Pajak Kendaraan Air, Wagub Johni Berguru ke Kalimantan Utara

oleh -45 Dilihat
Wagub NTT Johni Asadoma Didampingi Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Johni Ataupah di Kalimantan Utara. (Foto Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melirik potensi pajak kendaraan air sebagai salah satu sumber untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk mempelajari strategi pengelolaannya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov NTT menggali potensi pendapatan daerah yang belum dioptimalkan secara maksimal, khususnya dari sektor kendaraan air.

Dalam kunjungan itu, Johni Asadoma didampingi rombongan Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT serta tim Program SKALA (Australia–Indonesia Partnership for Accelerating Service Delivery), yang mendukung penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan pendapatan.

Rombongan Wagub NTT tiba di Bandara Juwata, Tarakan, Rabu (21/10/2026), sekitar pukul 16.30 WITA menggunakan pesawat Batik Air.

Kedatangan Johni disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, di ruang VIP Bandara Juwata. Penyambutan berlangsung hangat melalui prosesi pengalungan selendang.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam penyambutan tersebut, di antaranya Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Utara H. Datu Iqro Ramadhan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalimantan Utara Jaini, serta Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Muhammad Sjahroni.

Usai penyambutan, Johni bersama Gubernur Kalimantan Utara dan sejumlah pejabat melaksanakan pertemuan untuk membahas strategi peningkatan pendapatan daerah, terutama melalui optimalisasi potensi pajak kendaraan air.

Bagi NTT, studi tiru ini menjadi kesempatan untuk mempelajari sistem pemungutan pajak, mekanisme pengelolaan, serta strategi yang diterapkan Kaltara dalam menggali sumber pendapatan dari sektor tersebut.

Hasil pembelajaran itu diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemprov NTT untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan potensi daerah.

BACA JUGA:  Siswa SMAN 6 Kupang Dilarang Ikut Ujian Karena Tunggakan, Kadis Pendidikan NTT Minta Klarifikasi

Optimalisasi PAD dinilai penting untuk memperkuat kemampuan fiskal pemerintah daerah. Dengan sumber pendapatan yang dikelola secara efektif, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam kunjungan tersebut, Johni didampingi Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Florida Setyawati; Kepala BPAD Provinsi NTT, Jhoni Ataupah; Kepala Bidang Pendapatan I, Oktavianus Mare; serta Kepala SKALA NTT, Eripto Marviandi, yang bertindak sebagai fasilitator.

Selain membahas optimalisasi pendapatan daerah, Johni Asadoma juga dijadwalkan bertemu dengan Paguyuban Flobamora di Kalimantan Utara.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antara Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT yang menetap di wilayah Kalimantan Utara.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemprov NTT diharapkan dapat memperoleh pengalaman dan referensi yang bisa diterapkan untuk mengembangkan sistem pemungutan pajak kendaraan air secara lebih efektif.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang peningkatan PAD secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah dalam mendukung pembangunan NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.