NTT-Timor Leste Perkuat Kerja Sama, Fokus Dorong Ekonomi Perbatasan

oleh -115 Dilihat
Pemerintah Provinsi NTT dan Timor Leste Memperkuat Kerja Sama di Perbatasan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat hubungan kerja sama dengan negara tetangga, Timor Leste, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Komitmen tersebut terlihat dalam audiensi antara Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dengan delegasi Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Urusan Dalam dan Luar Negeri Timor Leste bersama perwakilan pelaku usaha, yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Selasa (7/7/2026).

Delegasi Timor Leste dipimpin Koordinator Bidang Kemitraan dan Reformasi Kabinet, Martins Magno, didampingi Staf Kementerian Perdagangan Lino M. Sarmento, Sekretaris III CRDTL di Kupang Domingos Meni, serta Advisor Shubash Mishra.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kemitraan. Kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis di bidang perdagangan, perindustrian, investasi, hingga pengembangan ekonomi kawasan perbatasan yang dinilai memiliki potensi besar bagi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Timor Leste yang terus membangun komunikasi dan membuka ruang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT. Ia menilai kedekatan geografis, hubungan historis, serta interaksi sosial masyarakat perbatasan menjadi modal penting dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.

Sejumlah usulan kerja sama dari pihak Timor Leste mendapat respons positif, di antaranya penguatan perdagangan lintas batas, pengembangan pasar ekspor di Pulau Atauro, investasi energi terbarukan, industri pengolahan garam, hingga pembangunan industri tangki air.

“Pada prinsipnya kami menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Namun karena menyangkut hubungan antarnegara, seluruh proses harus mengikuti regulasi nasional serta melalui mekanisme koordinasi dengan pemerintah pusat,” ujar Johni.

Terkait perdagangan lintas batas, Pemerintah Provinsi NTT menyatakan siap menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat, dengan tetap menjaga agar peluang perdagangan tetap terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Pemprov NTT juga tengah menggagas pembentukan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di wilayah perbatasan sebagai strategi memperkuat konektivitas ekonomi dengan Timor Leste. Meski demikian, gagasan tersebut masih dalam tahap kajian dan membutuhkan persetujuan pemerintah pusat serta dukungan infrastruktur yang memadai.

Di sektor energi, NTT melihat potensi besar pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya tenaga surya, mengingat tingginya intensitas penyinaran matahari di wilayah tersebut. Peluang investasi ini dinilai prospektif dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN.

Sementara itu, pada sektor industri garam, pemerintah pusat tengah mengembangkan kawasan industri garam di Kabupaten Rote Ndao sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional. Oleh karena itu, peluang kerja sama lebih diarahkan pada sektor hilir seperti pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk garam bernilai tambah.

Rencana investasi pembangunan industri tangki air juga mendapat sambutan positif, mengingat kebutuhan sarana penyimpanan air bersih di NTT yang memiliki karakteristik musim kemarau panjang masih cukup tinggi.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat memperkuat komunikasi melalui pembentukan tim teknis guna mengidentifikasi peluang kerja sama secara lebih rinci, termasuk aspek regulasi dan mekanisme pelaksanaan. Delegasi Timor Leste juga mengusulkan penyusunan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal memperkuat kemitraan.

Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara NTT dan Timor Leste. Pemerintah Provinsi NTT optimistis bahwa kerja sama yang dibangun atas dasar saling menghormati dan menguntungkan akan menjadi fondasi kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.