Pemkot Kupang Genjot Pembinaan Atlet Usia Dini, 124 Pelajar Unjuk Kemampuan di Wali Kota Cup 2026

oleh -76 Dilihat
Asisten I Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak Buka Kejuaraan Atletik Wali Kota Cup 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini sebagai langkah strategis mencetak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kejuaraan Atletik Wali Kota Cup 2026 antarpelajar tingkat Kota Kupang yang berlangsung di Stadion Oepoi, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026).

Mengusung tema “Menyemai Bibit Juara Menyongsong PON XXII 2028”, kejuaraan ini diikuti 124 pelajar dari 59 sekolah, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan eksibisi olahraga hoki sebagai upaya memperkenalkan cabang olahraga baru kepada kalangan pelajar.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTT dan panitia pelaksana atas inisiatif menghadirkan kompetisi olahraga bagi pelajar.

Menurut Hengky, Wali Kota Cup bukan sekadar ajang perebutan medali atau perlombaan untuk menentukan siapa yang tercepat, tertinggi, dan terkuat. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi wadah pembentukan karakter, penanaman disiplin, penguatan sportivitas, sekaligus sarana menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini.

Ia menegaskan, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Seorang juara harus dipersiapkan melalui latihan teratur, disiplin yang kuat, pendampingan pelatih kompeten, serta dukungan keluarga dan pemerintah.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Seorang juara harus dipersiapkan sejak dini melalui latihan yang teratur, disiplin yang kuat, pendampingan pelatih yang kompeten, serta dukungan keluarga dan pemerintah,” ujarnya.

Hengky menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang memandang olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan memiliki daya saing.

BACA JUGA:  Sekali Lagi, Wali Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional, Terbaik I TP2DD Nusampua

Karena itu, cita-cita melahirkan atlet berprestasi harus dibarengi pembangunan ekosistem olahraga yang memberikan kesempatan kepada atlet untuk berkembang, berlatih, berkompetisi, dan mencapai kemampuan terbaiknya.

Kepada seluruh peserta, Hengky berpesan agar bertanding dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, medali memang penting, tetapi pembentukan karakter jauh lebih berharga.

Ia juga mengingatkan bahwa kekalahan bukan akhir dari perjuangan, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.

“Kemenangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan lawan, tetapi juga tentang mengalahkan rasa malas, ketakutan, dan keraguan dalam diri sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Provinsi PASI NTT, Dr. Fransiskus Sales, menilai penyelenggaraan Wali Kota Cup 2026 sebagai sebuah inovasi sekaligus bentuk kolaborasi antara organisasi olahraga dan satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.

Menurutnya, pengembangan olahraga tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan sekolah, organisasi olahraga, pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat serta memperluas partisipasi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar aktivitas kompetisi. Dengan kolaborasi berkelanjutan, olahraga diharapkan berkembang menjadi ruang pembinaan prestasi sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Kepala SMA Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Hironimus Pati, menjelaskan bahwa kejuaraan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 124 pelajar dari 59 sekolah di Kota Kupang.

Rinciannya, sebanyak 54 pelajar SD berasal dari 19 sekolah, 40 pelajar SMP dari 18 sekolah, dan 30 pelajar SMA dari 15 sekolah.

Adapun nomor yang dipertandingkan meliputi lari 60 meter untuk tingkat SD, 80 meter tingkat SMP, serta 100 meter tingkat SMA, masing-masing untuk kategori putra dan putri.

BACA JUGA:  Tekan Inflasi, BI NTT dan Pemkot Kupang Hadirkan Operasi Pasar Berbasis Harga HAP dan HET

Hironimus mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat dan partisipasi pelajar dalam olahraga atletik, menjaring potensi atlet sejak usia dini, membentuk karakter disiplin dan sportif, serta mempererat persaudaraan antarpelajar.

Melalui Wali Kota Cup 2026, diharapkan lahir atlet-atlet muda potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan dan dipersiapkan untuk memperkuat kontingen NTT dalam menghadapi PON XXII 2028.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum bagi Kota Kupang untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga dengan menjadikan sekolah sebagai salah satu basis utama pencarian dan pengembangan talenta atlet masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.