Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan perempuan melalui pelaksanaan Kegiatan Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Eduard Pelt, S.H., di Gedung RSUD S.K. Lerik Kota Kupang pada Selasa (3/2/26).
Kegiatan vaksinasi ini dihadiri Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang, Sem Lapik, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kupang, Direktris RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, para tenaga kesehatan dan vaksinator, serta para penerima vaksin HPV.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Kupang Jeffry Eduard Pelt menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi HPV di RSUD S.K. Lerik merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Balai POM dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya kanker serviks yang memiliki risiko tinggi bagi perempuan.
“Apa yang dilaksanakan hari ini adalah bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan Balai POM dalam kegiatan vaksinasi. Vaksin HPV ini sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat fondasi kehidupan generasi bangsa ke depan melalui perempuan,” ujar Jeffry Pelt.
Ia menjelaskan bahwa vaksinasi HPV tidak hanya berdampak pada pencegahan penyakit, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Kupang.
Kegiatan vaksinasi HPV ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 370 peserta telah mendaftar untuk menerima vaksin, jauh melampaui target awal sebanyak 100 peserta.
“Per hari ini sudah ada 370 peserta yang mendaftar. Ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,” tambah Sekda.
Jeffry Pelt juga menegaskan bahwa vaksinasi HPV merupakan rangkaian yang harus dilaksanakan secara lengkap agar manfaatnya optimal. Oleh karena itu, vaksinasi lanjutan tahap kedua akan dilakukan dua bulan ke depan, dan tahap ketiga enam bulan berikutnya dengan jumlah peserta yang diharapkan tetap sama.
“Dua kali vaksin lanjutan setelah hari ini wajib dilaksanakan. Jika tahapan ini tidak dilakukan, maka manfaat vaksinasi tidak akan maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan vaksinasi HPV tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi indikator meningkatnya kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Tadinya target hanya 100 orang, tapi yang mendaftar mencapai 370 peserta. Ini antusiasme yang luar biasa. Bahkan dari Balai POM Pusat menyampaikan bahwa kegiatan ini termasuk yang paling tinggi partisipasinya,” ungkap dr. Widya Cahya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan remaja dan perempuan muda menunjukkan pemahaman yang semakin baik terkait pentingnya kesehatan reproduksi. “Remaja hari ini adalah calon ibu di masa depan. Karena itu, ibu harus sehat lebih dulu. Kegiatan ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Atas nama TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya menyampaikan dukungan penuh serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi HPV tersebut sebagai langkah nyata melindungi kesehatan perempuan di Kota Kupang.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Kupang, Drs. Sem Lapik menjelaskan bahwa vaksinasi HPV di Kota Kupang merupakan bagian dari Gerakan Sejuta Vaksin HPV yang diluncurkan secara nasional oleh Badan POM bekerja sama dengan Korpri Nasional dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan POM.
Gerakan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Badan POM, HUT ke-54 Korpri Nasional, dan HUT ke-26 DWP Badan POM, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden RI di bidang kesehatan serta target Kementerian Kesehatan untuk eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.
Sem Lapik menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah preventif yang jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan. Vaksin HPV terbukti aman dan efektif, mampu mencegah hingga 90 persen kasus kanker serviks, dengan perlindungan jangka panjang yang telah teruji secara global.
“Badan POM bersama WHO telah memastikan keamanan vaksin HPV. Efek sampingnya umumnya ringan. Kami juga sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Kupang yang melampaui kuota awal,” pungkasnya. ***







