Pemkot Kupang Tutup Pekan Panutan Pajak 2025: Hasilkan Rp8,6 Miliar, Dorong Semangat Kolektif Bangun Daerah

oleh -2752 Dilihat
Wawali Kupang Serahkan Dana Operasional kepada Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi menutup kegiatan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Daerah Tahun 2025 dalam sebuah seremoni di halaman Kantor Camat Alak pada Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian edukasi dan pelayanan pajak keliling yang digelar sejak 3 Juni hingga 8 Juli di enam kecamatan se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung peningkatan pendapatan asli daerah melalui kepatuhan membayar pajak. Ia menegaskan bahwa Pekan Panutan bukan sekadar kampanye pembayaran pajak, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kegiatan ini bukan hanya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pajak, tetapi juga menumbuhkan semangat kolektif untuk membangun Kota Kupang melalui kontribusi nyata,” ujar Serena.

Hasilnya cukup signifikan. Dari 19.719 objek pajak, Bapenda Kota Kupang berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp8.698.593.985. Capaian ini merupakan buah dari pendekatan jemput bola yang diterapkan Bapenda, yang aktif turun langsung melayani wajib pajak di setiap kecamatan.

“Dulu masyarakat datang ke kantor untuk bayar pajak, sekarang kita yang mendatangi mereka. Inilah semangat pelayanan yang sesungguhnya: to govern is to serve, memerintah adalah melayani,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Pemkot Kupang juga terus menggencarkan inovasi untuk memperkuat ekonomi lokal. Salah satunya melalui program Saboak Sunday Market, yang digelar rutin setiap akhir pekan di Taman Nostalgia. Program ini memberi ruang gratis bagi para pelaku UMKM dan berhasil mencatat perputaran uang lebih dari Rp477 juta hanya dalam tiga pekan awal pelaksanaan. Lebih dari 100 UMKM aktif terlibat tiap minggu, dan 200 UMKM lain masih menunggu giliran.

“Saya mencari CSR, Pak Wali Kota menyisir anggaran. Semua demi satu tujuan: ekonomi rakyat hidup. Kita bergerak bersama agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari kreativitas pemimpin di tengah keterbatasan,” jelas Serena.

Dalam seremoni penutupan, Pemkot Kupang juga menyerahkan dana operasional kepada Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) sebagai bentuk penguatan peran masyarakat di tingkat kelurahan. Rinciannya:

  • LPM: Rp7.500.000
  • RT: Rp5.750.000
  • RW: Rp5.500.000
  • Karang Taruna: Rp4.000.000
  • Kelurahan Siaga: Rp3.500.000
  • Dasawisma: Rp2.750.000

“Ini adalah bentuk dukungan nyata pemerintah untuk memperkuat sinergi di tingkat akar rumput,” tambah Serena.

Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada para wajib pajak teladan, serta menyampaikan terima kasih kepada KPK RI dan aparat penegak hukum yang mendukung pengawasan dan penagihan pajak.

“Pembayaran pajak kini bisa dilakukan secara online tanpa ribet, karena kami hadir untuk melayani, bukan membebani,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Kupang, Pah B. S. Messakh, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Baronda Bapenda (Road to Optimalisasi Pendapatan Daerah) yang bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami hanya mengeluarkan Rp60 juta, tetapi penerimaan daerah mencapai Rp8 miliar. Ini bukti nyata efektivitas kolaborasi lintas sektor,” ungkap Pah.

Ia juga mengungkap bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proyek perubahan dalam pelatihan Diklatpim II yang sedang diikutinya, termasuk pengembangan kanal pembayaran pajak melalui kerja sama strategis dengan bank-bank nasional seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

BACA JUGA:  Bulog NTT Pastikan Stok Beras, Gula dan Minyak Goreng Aman Hingga Akhir Tahun 2025

Acara penutupan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain Deputi Bank Indonesia Perwakilan NTT, pejabat lingkup Pemkot Kupang, camat, lurah, ketua RT/RW, tokoh agama, lembaga keuangan, hingga koperasi. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong membangun Kota Kupang melalui pajak hidup dan nyata. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.