Pemprov NTT Guyur Bonus Atlet Berprestasi, Sekda Tutup POPDA VIII dan Bidik Sukses PON 2028

oleh -159 Dilihat
Sekda Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo Serahkan Bonus kepada para Atlet Pelajar NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan bonus kepada atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah sekaligus dorongan untuk meningkatkan prestasi olahraga NTT menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Penyerahan bonus secara simbolis dilakukan dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirangkaikan dengan penutupan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII NTT Tahun 2026 di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Senin (26/10/2026) pagi.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Fransiskus Sales Sodo, bertindak sebagai pembina apel sekaligus menyerahkan plakat bonus kepada perwakilan atlet berprestasi. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus, serta dihadiri ASN dan 44 atlet dari 22 kabupaten/kota.

Pemberian bonus tersebut mencakup atlet yang berprestasi pada berbagai ajang, antara lain SEA Games Thailand 2025, ASEAN Para Games Thailand 2025, World Para Athletics Grand Prix Meksiko 2026, PON Bela Diri II Kudus 2025, POPNAS XVII Jakarta 2025, dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Jakarta 2025.

Alfin Nomleni Terima Bonus Rp356 Juta

Salah satu atlet yang mendapat apresiasi adalah Alfin Nomleni, yang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.

Atlet atletik tersebut menerima bonus Rp300 juta atas raihan tiga medali emas pada ASEAN Para Games Thailand 2025. Ia juga memperoleh bonus Rp56 juta setelah meraih medali emas pada World Para Athletics Grand Prix Meksiko 2026.

Saat ini, Alfin sedang mengikuti pemusatan latihan nasional NPC di Solo sebagai bagian dari persiapannya menghadapi kompetisi berikutnya.

Pada SEA Games Thailand 2025, M. Zikri Z. Prasong menerima bonus Rp100 juta atas medali emas pencak silat. Sementara itu, Quinsepina Anastasya T. Olin dan Asselah T. Lukuaka masing-masing menerima Rp60 juta atas medali perak futsal putri.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Komitmen Dukung Sertifikasi CPOB dan Peningkatan Pelayanan Darah

Atlet pencak silat Antonius Tuke Eduk juga menerima bonus Rp50 juta atas raihan medali perunggu. Keempat atlet tersebut saat ini sedang mengikuti pendidikan perwira dan bintara Polri.

Penghargaan juga diberikan kepada atlet-atlet NTT yang meraih medali dalam PON Bela Diri II Kudus 2025. Dari cabang Shorinji Kempo, Toba P. N. Rajagukguk memperoleh Rp30 juta atas medali emas perorangan, sedangkan Yulius Klau Nahak dan rekan-rekannya menerima bonus dengan total Rp108 juta atas medali emas beregu.

Atlet dari cabang Wushu dan Pencak Silat juga menerima bonus sesuai prestasi yang diraih. Demikian pula para atlet yang membawa pulang medali pada POPNAS XVII Jakarta 2025 dan Peparnas Jakarta 2025.

Pemberian bonus ini diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin berlatih, dan mempertahankan prestasi pada kejuaraan mendatang.

Prestasi Kempo dan Tinju Tambah Kepercayaan Diri NTT

Selain prestasi pada kejuaraan nasional dan internasional, kontingen NTT juga mencatat hasil positif dalam Tryout Kejurnas Shorinji Kempo di Bali dengan meraih gelar Juara Umum I.

Kontingen NTT mengumpulkan delapan medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu.

Prestasi lainnya datang dari cabang olahraga tinju yang meraih lima medali emas dan tiga medali perak pada Kejurnas Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Minggu (25/10/2026).

Capaian tersebut menjadi tambahan modal bagi NTT dalam memperkuat pembinaan atlet dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan olahraga yang lebih tinggi.

Sekda Tekankan Sportivitas dan Persiapan PON 2028

Saat membacakan sambutan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Sekda Fransiskus Sales Sodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet pelajar, pelatih, ofisial, dan wasit yang telah berpartisipasi dalam POPDA VIII NTT Tahun 2026.

BACA JUGA:  Sabu Raijua Jadi Penutup Rangkaian Kunker Gubernur Melki Laka Lena di NTT

Ia menegaskan bahwa olahraga tidak hanya berbicara tentang kemenangan dan medali, tetapi juga membangun persaudaraan, sportivitas, kedisiplinan, serta semangat untuk terus berkembang.

“Dunia olahraga adalah dunia yang penuh semangat, kompetisi, dan persaingan, tetapi selalu diakhiri dengan senyum, pelukan, serta saling memaafkan. Jadikan POPDA ini sebagai ruang untuk mengukur hasil latihan. Bagi yang belum menang, jangan putus asa, bagi yang menang, jangan berbangga secara berlebihan, jadikan motivasi menuju kejuaraan yang lebih tinggi seperti Kejurnas, Pra-PON, Kejuaraan Dunia, hingga PON,” demikian pesan Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Sekda.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, berkomitmen mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan, terutama dalam mempersiapkan NTT sebagai tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada PON 2028.

Persiapan tersebut mengusung Panca Sukses, yakni sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, ekonomi, dan pariwisata. Upaya ini juga sejalan dengan semangat Dasa Cita ke-10, “Ayo Bangun NTT, Kolaborasi Bersama.”

Dengan dukungan pemerintah, pelatih, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan, NTT diharapkan mampu membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah serta melahirkan atlet-atlet yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Kota Kupang Keluar sebagai Juara Umum POPDA VIII

Penutupan POPDA VIII NTT Tahun 2026 turut menandai berakhirnya kompetisi olahraga pelajar yang diikuti kontingen dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali, Kota Kupang keluar sebagai juara umum dengan raihan 28 medali emas, 28 perak, dan 19 perunggu.

Kabupaten Belu menempati posisi kedua dengan 17 medali emas, 12 perak, dan 23 perunggu. Sementara itu, Kabupaten Sumba Barat Daya berada di posisi ketiga dengan 12 medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

BACA JUGA:  Penelitian Arkeologi Internasional Ungkap Jejak Permukiman 3.000 Tahun di Lembata

Hasil POPDA VIII ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan olahraga pelajar sekaligus menjaring atlet-atlet muda potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat nasional.

Melalui pemberian bonus kepada atlet berprestasi dan pelaksanaan POPDA VIII, Pemprov NTT menegaskan pentingnya konsistensi pembinaan, dukungan terhadap atlet, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi menyongsong PON 2028.

Pemerintah berharap prestasi yang telah diraih menjadi motivasi bagi generasi muda NTT untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan membawa nama daerah semakin dikenal di pentas olahraga nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.