Ribuan Penari Likurai Guncang Fulan Fehan, NTT Tegaskan Diri di Panggung Internasional

oleh -91 Dilihat
Festival Fulan Fehan Goncang Panggung Dunia. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Atambua-Ribuan penari Tari Likurai Kolosal mengguncang Padang Savana Fulan Fehan dalam puncak Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026).

Dengan latar megah Gunung Lakaan, pertunjukan budaya ini tidak hanya memukau para pengunjung, tetapi juga menegaskan posisi Nusa Tenggara Timur (NTT) di panggung internasional.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Festival Fulan Fehan kini telah berkembang menjadi ajang strategis yang menggabungkan budaya, pariwisata, diplomasi, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Mengusung tema “Dance for Friendship”, festival tahun ini menghadirkan ribuan penari yang membawakan Tari Likurai secara kolosal. Tarian tradisional khas Pulau Timor tersebut sarat makna sejarah, identitas, serta nilai persaudaraan yang diwariskan secara turun-temurun.

“Hari ini kita melihat bagaimana Fulan Fehan menjadi lautan manusia, budaya, dan persahabatan. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi simbol bahwa budaya mampu menyatukan berbagai perbedaan,” ujar Gubernur Melki.

Ia menegaskan bahwa Tari Likurai yang ditampilkan tidak hanya menyuguhkan keindahan gerakan, tetapi juga membawa pesan kuat tentang jati diri masyarakat Timor kepada dunia.

“Suara tifa, langkah kaki, dan harmoni gerakan para penari menghadirkan kisah leluhur yang penuh makna. Ini adalah kekuatan budaya kita yang harus terus dijaga dan dipromosikan,” katanya.

Kehadiran delegasi dari Timor Leste dan Australia semakin memperkuat posisi Festival Fulan Fehan sebagai ajang persahabatan antarbangsa sekaligus diplomasi budaya di kawasan perbatasan. Menurut Gubernur, hal ini menjadi bukti bahwa festival tersebut telah melampaui skala lokal dan nasional.

“Festival ini sudah naik kelas. Bukan hanya milik NTT atau Indonesia, tetapi sudah menjadi bagian dari panggung dunia,” tegasnya.

BACA JUGA:  MBG di NTT Tak Sekadar Pangan, Tapi Strategi Bangun SDM dan Ekonomi Daerah

Selain menjadi daya tarik wisata, Festival Fulan Fehan juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Berbagai produk UMKM seperti tenun ikat, kuliner khas, dan kerajinan tangan dipamerkan dan diminati oleh ribuan pengunjung yang hadir.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turut mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilainya mampu menunjukkan wajah baru kawasan perbatasan Indonesia.

“Festival ini sangat indah, dengan koreografi tarian yang luar biasa dan keterlibatan lintas negara. Ini menjadi kekuatan besar dalam mempromosikan pariwisata perbatasan sekaligus memperkuat diplomasi budaya,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kawasan perbatasan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat interaksi budaya dan pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar garis batas negara.

Festival Fulan Fehan sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Belu yang telah masuk dalam kalender kegiatan pariwisata nasional.

Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan festival ini agar semakin dikenal secara global dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.