Tancap Gas Sepekan Dilantik, Linus Lusi Aktifkan “Aset Tidur” 20 Ribu Alumni SGON

oleh -1000 Dilihat
Kadis Koperasi dan UMKM NTT, Linus Lusi Pose Bersama Alumni SGON Kupang di Kampung Maleset Namosain Kota Kupang pada Minggu, 22 Maret 2026. (Foto Istimewa )

Suarantt.id, Kupang-Baru sepekan dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Linus Lusi, langsung bergerak cepat mendorong penguatan ekonomi berbasis koperasi.

Tanpa seremoni panjang, ia memilih langkah konkret dengan mengaktifkan potensi besar jaringan alumni Sekolah Guru Olahraga Negeri (SGON) Kupang yang diperkirakan mencapai 20 ribu orang.

Langkah awal itu ditandai dalam momentum halal bihalal pasca Idulfitri di Kampung Maleset, Namosain, Kota Kupang pada Minggu (22/3/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk membentuk koperasi simpan pinjam berbasis jaringan alumni.

“Silaturahmi itu penting, tapi lebih penting lagi bagaimana menghasilkan kerja ekonomi bersama. Kita mulai dari yang kita punya: jaringan, kepercayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Linus.

Ia menegaskan, koperasi yang digagas tidak bersifat eksklusif hanya untuk alumni, melainkan terbuka bagi masyarakat luas. Menurutnya, pendekatan inklusif menjadi kunci agar koperasi benar-benar mampu menjawab persoalan mendasar, khususnya kesenjangan akses permodalan bagi pelaku UMKM.

“Kalau kita mau bicara pertumbuhan regional yang adil, maka koperasi harus jadi alat kerja nyata, bukan sekadar jargon,” tegasnya.

Linus melihat, selama ini banyak pelaku usaha kecil, termasuk keluarga guru dan komunitas lokal, masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan. Karena itu, koperasi diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memangkas kesenjangan tersebut.

“Kita tidak bisa bicara pertumbuhan kalau aksesnya timpang. Koperasi hadir untuk menjembatani itu,” katanya.

Secara desain, koperasi ini akan berkantor pusat di Kota Kupang dan ditargetkan menjangkau seluruh kabupaten/kota di NTT. Untuk mempercepat realisasi, Linus berencana melakukan koordinasi lintas daerah dengan para bupati dan wali kota.

BACA JUGA:  404 Pendamping Ikuti Pelatihan Koperasi Merah Putih di NTT

“Kita akan duduk bersama kepala daerah. Ini kerja kolektif, bukan sektoral,” ujarnya.

Menurut Linus, kekuatan terbesar NTT tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada modal sosial yang belum dikelola secara optimal. Jaringan alumni SGON yang tersebar di berbagai sektor dinilai sebagai “aset tidur” yang jika diaktifkan dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau 20 ribu orang ini bergerak dalam satu sistem ekonomi, dampaknya akan sangat besar,” ungkapnya.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi rakyat. Namun, Linus menekankan pentingnya pendekatan dari bawah, berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Kita tidak mulai dari atas. Kita mulai dari komunitas, lalu bangun sistem yang kuat,” jelasnya.

Pertemuan di Maleset menjadi tahap awal konsolidasi. Selanjutnya, proses finalisasi teknis dan legalitas koperasi akan dipercepat setelah masa libur, agar koperasi segera beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi daerah, gerak cepat ini menjadi sinyal bahwa koperasi mulai ditempatkan sebagai strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.