Suarantt.id, Kupang-Pelaksanaan Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor mendapat apresiasi dari Wali Kota Kupang, Christian Widodo. Kegiatan yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dinilai bukan sekadar ajang olahraga dan promosi pariwisata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Christian Widodo saat menghadiri garis finis Tour de EnTeTe Etape I Daratan Timor di kawasan wisata Pantai Lasiana, Kota Kupang, Jumat (6/11/2026).
Menurut Christian, Tour de EnTeTe menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan pemerintah tidak harus diselenggarakan secara berlebihan untuk menghasilkan dampak besar bagi masyarakat. Dengan perencanaan dan kolaborasi yang baik, kegiatan olahraga dapat memberikan manfaat luas, mulai dari menggerakkan ekonomi masyarakat hingga menjawab kebutuhan sosial.
Ia menyoroti keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendapatkan peluang ekonomi dari kehadiran peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat melalui bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kegiatan pemerintah harus memiliki nilai manfaat sosial.
“Dari pelaksanaan Tour de EnTeTe sebagai bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT, kita belajar banyak bahwa sebuah kegiatan dapat dilaksanakan secara sederhana, tetapi memberikan dampak dan manfaat bagi banyak orang. Kita bisa melihat pengembangan UMKM, pergerakan ekonomi masyarakat, hingga bantuan pembangunan rumah tidak layak huni,” ungkap Christian Widodo.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT yang telah menghadirkan kegiatan dengan dampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara di bawah koordinasi Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Gubernur menilai keberhasilan Tour de EnTeTe merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan, tenaga kesehatan, komunitas olahraga, serta partisipasi masyarakat.
Menurutnya, Tour de EnTeTe merupakan salah satu agenda besar Pemerintah Provinsi NTT dalam menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT. Kegiatan yang berlangsung pada 4 November hingga 12 Desember 2026 tersebut terbagi dalam tujuh etape yang melintasi berbagai wilayah di NTT.
Lebih dari sekadar olahraga rekreasi untuk menjaga kebugaran dan membangun budaya hidup sehat, Tour de EnTeTe juga menjadi instrumen strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat persaudaraan antarmasyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sport tourism.
Rangkaian kegiatan Etape I – Daratan Timor juga akan dilanjutkan dengan lomba lari 10 kilometer (10K) pada Sabtu, 7 November 2026. Panitia menargetkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kalangan.
Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang kategori putra dan putri.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tour de EnTeTe diharapkan tidak hanya menjadi perayaan olahraga dan pariwisata, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi, memperluas promosi potensi daerah, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur.





