Wali Kota Kupang Apresiasi Festival Budaya Maulafa, Soroti Pelayanan dan Infrastruktur

oleh -124 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Buka Festival Budaya Kelurahan Maulafa pada Selasa, 2 Juni 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka Festival Budaya Tingkat Kelurahan Maulafa yang berlangsung di halaman Gereja Laharoi Tofa pada Selasa (2/6/26).

Kegiatan yang mengusung tema “Flobamora di Maulafa Beragam Budaya, Satu Saudara” ini digelar selama tiga hari hingga 4 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Kelurahan Maulafa yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan budaya sebagai wadah mempererat persatuan.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki masyarakat Kota Kupang merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga.
“Keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Di Kota Kupang kita hidup dalam harmoni, meskipun memiliki latar belakang suku, budaya, dan karakter yang berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, harmoni tidak berarti keseragaman, melainkan kemampuan untuk hidup berdampingan secara seimbang. Wali Kota mengibaratkan harmoni seperti nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda, namun mampu menghasilkan keindahan ketika disusun dengan tepat.

Selain itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, festival budaya merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan sila Persatuan Indonesia melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut memberikan apresiasi kepada Lurah Maulafa atas dedikasi dan kinerja dalam melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pemerintah bukan sekadar memerintah, tetapi melayani. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Terkait aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Gerson Elia mengenai kondisi jalan rusak dan gedung Kantor Lurah Maulafa yang sudah tidak layak, Wali Kota menyatakan pemerintah akan berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut sesuai kemampuan anggaran.

BACA JUGA:  Cintya Tegok Siap Gaungkan Budaya NTT di Ajang Putri Indonesia 2026

Dia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Kupang tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pemotongan dana hingga Rp204 miliar. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik melalui penghematan belanja yang tidak mendesak.

“Kami memilih menghemat pengeluaran, seperti tidak membeli kendaraan dinas baru, agar anggaran bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat, termasuk perbaikan jalan dan dukungan bagi rumah ibadah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Yohanes Selu dalam laporannya menyampaikan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, memperkuat persatuan masyarakat, mendukung pengembangan UMKM, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Beragam kegiatan turut memeriahkan festival ini, di antaranya parade budaya, pertunjukan seni dan tarian daerah, pameran budaya, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sosialisasi dari berbagai instansi.

Tokoh masyarakat Gerson Elia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota dan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan gedung kantor lurah yang baru serta perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang budaya tampak hadir mengenakan pakaian adat, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Kupang. ***



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.