Wali Kota Kupang Jadi Kepala Daerah Pertama di NTT Turun Langsung Bantu Korban Gempa Flores

oleh -18 Dilihat
Wali Kota Kupang, Christian Widodo Terjun Langsung ke Lapangan dan Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa Flores. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mendapat apresiasi atas langkahnya turun langsung ke wilayah terdampak gempa bumi di Flores. Selama lima hari, Christian menyusuri enam kabupaten untuk mengantar sendiri bantuan Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Perjalanan misi kemanusiaan tersebut dimulai dari Kabupaten Manggarai Barat pada Selasa (25/8/2026), kemudian berlanjut ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende hingga berakhir di Sikka pada Jumat (28/8/2026).

Christian tidak sekadar mengirim bantuan melalui perantara. Ia memilih hadir langsung untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan Pemerintah Kota Kupang diterima oleh pemerintah daerah dan masyarakat yang membutuhkan.

Perjalanan tersebut berlangsung dalam kondisi pascabencana. Selain harus menempuh perjalanan panjang antarkabupaten, rombongan juga merasakan langsung sejumlah gempa susulan yang masih mengguncang wilayah Flores.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Christian. Bahkan ketika hendak kembali ke Kupang, misi kemanusiaan tersebut kembali menghadapi kendala setelah penerbangan dari Maumere, Kabupaten Sikka, dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.

Christian bersama rombongan kemudian mengubah rute perjalanan dan menempuh jalur darat menuju Larantuka, Flores Timur, untuk mencari alternatif penerbangan menuju Kupang.

Kehadiran langsung Wali Kota Kupang di tengah masyarakat terdampak mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah di Flores. Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, bahkan menyebut Christian sebagai kepala daerah pertama dari wilayah NTT yang tidak terdampak bencana namun turun langsung menemui masyarakat korban gempa.

“Bapa Wali Kota menjadi kepala daerah pertama di NTT yang tidak terdampak yang sudah mau turun langsung melihat kami di sini. Kami merasa terhibur, karena masih ada saudara-saudara yang punya kepedulian terhadap duka kemanusiaan yang menimpa kami. Saya tidak bisa omong banyak lagi, saya terharu sekali,” ungkap Agas saat menerima Christian di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Timur di Borong, Rabu (26/8/2026).

BACA JUGA:  Didominasi Generasi Muda, IKADA Kupang 2026-2029 Siap Lanjutkan Nilai Kekeluargaan

Manggarai Timur merupakan kabupaten ketiga yang dikunjungi Christian setelah sebelumnya menyambangi Manggarai Barat dan Manggarai.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Provinsi NTT asal daerah pemilihan Manggarai Raya, Yohanes Rumat. Ia menilai kehadiran Christian menunjukkan kesederhanaan, ketulusan dan nilai kemanusiaan seorang kepala daerah.

“Sebagai tuan rumah, saya menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Bapak Wali Kota Kupang. Karena kesederhanaan, ketulusan dan nilai kemanusiaannya, beliau bisa turun ke wilayah terdampak bencana,” ujar Yohanes.

Ia bahkan memberikan penilaian khusus terhadap langkah Christian.

“Menurut saya, dari 22 kepala daerah kabupaten/kota, Wali Kota Kupanglah yang terbaik,” katanya.

Dalam perjalanan tersebut, Christian didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernes S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, SH.

Bantuan yang dibawa Pemerintah Kota Kupang mencapai total Rp635 juta. Bantuan tersebut terdiri dari Rp500 juta yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Kupang dan Rp135 juta yang dihimpun melalui donasi ASN lingkup Pemkot Kupang serta aksi penggalangan dana melalui laga ekshibisi tinju di arena Pameran Pembangunan NTT.

Selain bantuan dana, Pemkot Kupang juga menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

Bagi Christian, bantuan tersebut bukan semata-mata soal nilai nominal. Lebih dari itu, bantuan menjadi simbol solidaritas masyarakat Kota Kupang kepada saudara-saudara mereka di Flores.

“Bantuan ini adalah simbol solidaritas kami. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendirian. Satu pulau terluka, yang lain siap membantu. Kemanusiaan tidak memiliki batas wilayah,” tegasnya.

Christian mengatakan, keputusan untuk mengantar sendiri bantuan tersebut dilakukan agar dirinya dapat melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengajak kepala daerah dan berbagai pihak lainnya untuk ikut memberikan dukungan.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Lantik Pengurus PHBI, Dorong Penguatan Kerukunan Antarumat Beragama

“Kenapa saya harus datang sendiri? Karena saya ingin mengajak teman-teman dari daerah lain untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada warga terdampak di Flores,” katanya.

Menurutnya, meskipun Kota Kupang tidak mengalami dampak langsung seperti sejumlah wilayah di Flores, kondisi tersebut bukan alasan untuk menjaga jarak dari masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” ujarnya.

Pesan solidaritas tersebut juga dirasakan langsung oleh para kepala daerah yang menerima kunjungan Christian.

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Kupang yang datang membawa bantuan sekaligus menunjukkan solidaritas antardaerah.

Menurutnya, kehadiran Christian memberikan dampak lebih dari sekadar bantuan material karena mampu membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak.

“Kehadiran ini memberikan semangat dan kebangkitan moril bagi kami yang terdampak, sehingga masyarakat tahu bahwa ketika mereka tertimpa bencana masih ada orang yang peduli,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota beserta masyarakat Kota Kupang atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Ende.

Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH., didampingi Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi dan jajaran pemerintah daerah, menilai kedatangan Christian memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Sikka.

“Kemanusiaan itu menembus batas apa pun. Pertemuan hari ini terasa istimewa karena Pak Wali langsung temui kami di sini setelah melewati perjalanan panjang dari Labuan Bajo dan beberapa kabupaten terdampak lainnya. Kehadiran Pak Wali menjadi kekuatan bagi kami,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan kunjungan di enam kabupaten, perjalanan Christian belum langsung berakhir. Saat hendak kembali ke Kupang melalui Maumere, penerbangan dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Apresiasi 10 Kabupaten di NTT Berprestasi dalam Penurunan Stunting

Ia kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur, sebelum akhirnya memperoleh penerbangan alternatif menuju Kupang.

Wali Kota Christian bersama rombongan akhirnya tiba kembali di Kota Kupang pada Sabtu (29/8/2026).

Perjalanan selama lima hari tersebut menjadi bukti bahwa misi kemanusiaan tidak selalu harus dilakukan dari balik meja. Christian memilih hadir langsung di tengah masyarakat, membawa bantuan sekaligus pesan bahwa dalam menghadapi bencana, solidaritas antarsesama warga NTT harus tetap hidup tanpa dibatasi jarak maupun wilayah administratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.