Wali Kota Kupang Tampil Memukau dengan Busana Adat Rote di Karnaval Budaya APEKSI Medan

oleh -181 Dilihat
Wali Kota Kupang Kenakan Pakaian Adat Rote di Malam Karnaval Budaya APEKSI 2026 Medan. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Medan-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tampil memukau dengan mengenakan busana adat Rote Ndao dalam ajang Karnaval Budaya Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (3/7/2026) malam.

Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam karnaval yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan balutan busana adat Rote lengkap, Christian Widodo tampil percaya diri di tengah keragaman budaya Nusantara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada publik nasional.

Karnaval Budaya APEKSI sendiri diikuti hampir 3.000 peserta yang berasal dari 98 delegasi kota se-Indonesia. Setiap peserta menampilkan ciri khas budaya daerah masing-masing, menjadikan kegiatan ini sebagai panggung besar perayaan keberagaman bangsa.

Sejumlah tokoh turut mengapresiasi penampilan Wali Kota Kupang tersebut. Cendekiawan Kristen asal NTT, Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, menyebut busana yang dikenakan Christian Widodo sebagai representasi budaya Rote yang khas dan berkarakter. Ia pun tampak mengenakan busana adat serupa dalam kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam rombongan, pekerja sosial sekaligus pengelola Panti Asuhan Gratia Children Simalingkar Medan, Ev. Jandri Laning, M.Th, yang juga mengenakan busana adat NTT.

Sepanjang rute karnaval, Christian Widodo terlihat berjalan bersama rombongan sejak kawasan Jalan Pemuda hingga menuju Lapangan Merdeka, melintasi kawasan Kesawan. Meski hujan sempat mengguyur Kota Medan, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta, termasuk Wali Kota Kupang yang tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh antusias.

Di depan Gereja Katedral, rombongan bergabung dengan peserta lain memasuki Jalan A. Yani yang dipadati masyarakat. Mereka sempat beristirahat sejenak di kawasan Tip Top Restaurant untuk berteduh dan menghangatkan diri.

“Hujannya cukup lama, jadi kami sempat berteduh dan menghangatkan diri,” ujar Ev. Jandri Laning.

Kegiatan Karnaval Budaya APEKSI tahun ini mengusung tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture”, yang menekankan pentingnya peran budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan pemersatu bangsa.

Setibanya di Lapangan Merdeka, seluruh peserta disambut dengan parade budaya dan pertunjukan musik yang semakin menyemarakkan suasana. Band nasional The Changcuters turut menghibur ribuan peserta dan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Melalui partisipasi tersebut, Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmennya dalam melestarikan dan mempromosikan budaya daerah ke tingkat nasional, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.