Zet Tadung Allo Kunjungi SMPN 8 Kupang, Dorong Karate Jadi Jalan Menuju Prestasi

oleh -540 Dilihat
Zet Tadung Allo Kunjungi SMPN 8 Kupang pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto Istimewa)

SuaraNTT.id, Kupang-Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) Kejaksaan Agung RI, Zet Tadung Allo, mengunjungi latihan karate Gojokai di SMP Negeri 8 Kupang pada Rabu (28/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Zet memberikan motivasi kepada para pelajar agar tekun berlatih, menjaga kekompakan, memperkuat persatuan, serta menjadikan karate sebagai sarana membangun karakter dan meraih prestasi.

Zet mengatakan, kunjungannya dilakukan di sela-sela tugas kedinasannya di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT). Ia mengaku memiliki ikatan khusus dengan pembinaan karate Gojokai di Kota Kupang karena perguruan tersebut dirintis saat dirinya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pada 2024.

“Hari ini kebetulan saya bertugas dari Kejaksaan, ada tugas ke Kejaksaan Tinggi NTT. Di sini, waktu saya menjadi Kajati NTT tahun 2024, saya dirikan perguruan karate Gojokai dari awal,” kata Zet.

Ia menjelaskan, pada tahap awal, pembinaan karate Gojokai menyasar pelajar di empat sekolah menengah pertama di Kota Kupang, yakni SMP Negeri 8, SMP Negeri 5, SMP Negeri 20, dan SMP Negeri 2.

Saat pertama kali dibentuk, jumlah pelajar yang mengikuti latihan mencapai sekitar 100 orang. Kini, sekitar 70 pelajar masih aktif mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Zet, pembinaan karate tidak semata-mata berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif dan membangun karakter yang kuat.

“Kita ingin anak-anak ini diberikan aktivitas yang positif. Karate adalah salah satu aktivitas positif. Anak-anak bisa berprestasi dari bidang karate dan bisa membentuk karakter yang positif bagi adik-adik kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, latihan karate secara rutin dapat membantu membentuk pelajar yang disiplin, tangguh, rajin, serta mampu menggunakan waktu untuk kegiatan yang produktif.

BACA JUGA:  Komisi V DPRD NTT Kunjungi RSDK Jiwa Naimata, Soroti Tenaga Kesehatan PPPK dan Rumah Singgah ODGJ

Selain menjaga kesehatan dan meningkatkan kemampuan olahraga, karate juga membuka kesempatan bagi pelajar untuk memperluas pergaulan serta membangun persahabatan dengan siswa dari sekolah lain.

Zet berharap kegiatan tersebut dapat menjauhkan para pelajar dari aktivitas yang tidak bermanfaat sekaligus mendorong mereka mengembangkan potensi diri melalui olahraga.

“Sehingga tidak ada waktu yang terlalu banyak terbuang untuk hal-hal yang tidak penting. Mereka juga bisa berbadan sehat, kemudian bisa bersosialisasi dengan teman-teman di sekolah-sekolah lain. Dan tentunya kita harapkan mereka bisa berprestasi dari bidang olahraga karate,” jelasnya.

Karate Buka Peluang Pendidikan

Zet juga menyoroti peluang yang dapat diperoleh pelajar melalui prestasi olahraga. Menurutnya, kemampuan dan prestasi di bidang karate berpotensi menjadi salah satu modal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur prestasi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, ia mendorong para karateka muda agar tidak hanya rajin berlatih, tetapi juga serius mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan.

Dengan mengikuti kompetisi, para pelajar dapat mengukur kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, dan membangun kepercayaan diri untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Pembinaan Gojokai Diharapkan Semakin Terarah

Untuk memperkuat pembinaan karate Gojokai di NTT, Zet menyebut kepengurusan di tingkat provinsi telah dibentuk. Keberadaan kepengurusan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas latihan, memperkuat peran pelatih, dan membuat pembinaan atlet berjalan lebih terarah.

Ia menjelaskan, pada tahap awal, fokus utama pembinaan adalah membentuk kelompok siswa dan menyediakan pelatih. Selanjutnya, kepengurusan diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas latihan serta mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kompetisi.

“Awalnya kita hanya membentuk dulu, siswanya sudah ada dan pelatihnya sudah ada. Nantinya tinggal kepengurusannya dapat meningkatkan kualitas pelatihannya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Dukung Kaderisasi PMII, Dorong Ruang Kolaborasi Pemuda dan Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Zet berharap karateka muda di Kota Kupang memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengikuti kejuaraan sehingga kemampuan mereka terus berkembang dan semangat berprestasi semakin meningkat.

“Sehingga mereka bisa ikut dalam ajang-ajang kejuaraan yang ada, supaya mereka bisa termotivasi untuk berprestasi,” pungkasnya.

Melalui pembinaan karate Gojokai, Zet berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam olahraga, tetapi juga memiliki kedisiplinan, karakter positif, semangat persatuan, dan daya saing untuk menghadapi masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.