Wali Kota Kupang Apresiasi Hasil Survei Kepuasan Publik FISIP Undana: “Ini Bukan Hebat Saya, Tapi Karena Dukungan Masyarakat”

oleh -2728 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wawali Kupang, Serena Francis. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan tanggapan resmi terkait hasil survei kepuasan publik yang dilakukan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana). Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,10 persen pada delapan bulan pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Serena Francis—sebuah capaian yang dinilai jarang terjadi dalam sejarah survei kepuasan di Kota Kupang.

Christian mengaku baru mengetahui hasil survei tersebut setelah dikirimkan oleh rekan-rekannya dari Undana. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat Kota Kupang atas penilaian positif tersebut.

“Saya puji Tuhan, bersyukur kalau memang masyarakat menilai seperti ini. Ini bukan hebat saya, tapi karena izin Tuhan dan dukungan masyarakat. Kalau masyarakat puas, kita gas tambah,” ujar Christian.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Wali Kota menegaskan bahwa capaian ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tetapi buah dari partisipasi aktif masyarakat yang semakin cerdas dan peduli terhadap pembangunan kota. Ia mencontohkan kebijakan penanganan sampah yang kini didukung penuh oleh warga.

“Warga sendiri bilang ‘jangan buang sampah sembarang’. Sekarang ada roadmap sampah, ada tempat sampah, dan mereka saling mengingatkan. Ini yang membuat program berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat membuat perubahan di Kota Kupang tampak nyata. Karena itu, ia menilai wajar apabila hasil survei menunjukkan tingginya tingkat kepuasan publik meski ia baru memimpin delapan bulan.

“Biasanya orang mau nilai puas itu setelah lihat kerja tiga tahun. Tapi ini baru delapan bulan mereka sudah mau menyatakan puas. Itu luar biasa.”

Christian juga menyoroti dukungan masyarakat terhadap kebijakan pembatasan musik malam. Bahkan, menurutnya, warga dan insan pers turut memberikan penjelasan kepada publik tentang manfaat kebijakan tersebut untuk mencegah kriminalitas dan kecelakaan.

BACA JUGA:  Kekurangan Tenaga Pendidik di NTT Jadi Momok dalam Dunia Pendidikan

OPD Dinilai Berperan Penting

Selain masyarakat, Christian menyampaikan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bekerja dalam satu arah mendukung kebijakan pemerintah kota.

“Di tengah keterbatasan yang luar biasa ini, kalau kita bisa memberikan kepuasan publik 80 persen, itu luar biasa. OPD-OPD sudah mendukung full,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh terlena. Evaluasi kinerja akan terus dilakukan setiap bulan.

“Saya masih merasa banyak kekurangan. Masih banyak yang perlu kita perbaiki. Jadi ini apresiasi, tapi kita harus segar terus. Jangan terlena.”

Survei Jadi Acuan Perbaikan Kebijakan

Christian menilai survei FISIP Undana bukan hanya bentuk apresiasi publik, tetapi juga data penting untuk perbaikan kebijakan ke depan.

“Kebijakan publik harus berbasis data. Tidak boleh top down. Survei ini bagus sekali karena bisa jadi masukan untuk kami terus berbenah,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para akademisi Undana yang telah melakukan survei secara independen.

Hasil Survei: Legitimasi Kuat Kepemimpinan Christian–Serena

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP Undana melakukan survei kepuasan publik periode September–November 2025.

Survei disampaikan dalam Diskusi Publik Kepemimpinan Transformasi Kepala Daerah yang digelar Forum Advokasi Kebijakan Publik di Subasuka Resto, Sabtu (6/12/2025).

Narasumber pertama, Dr. I Yoga Putu Bumi Pradana, menjelaskan bahwa survei dilakukan secara mandiri pasca Pilkada Serentak 2024, dengan Kota Kupang dipilih sebagai barometer pembangunan NTT.

“Hasil 80,10 persen menunjukkan legitimasi kuat masyarakat terhadap duet Christian–Serena. Publik merasakan arah baru, ritme baru, dan energi baru,” kata Yoga.

Ia juga menambahkan bahwa 65,28 persen responden tidak menyebutkan kelemahan kepemimpinan, yang mencerminkan tingkat penerimaan publik yang sangat tinggi.

BACA JUGA:  Andre Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Kota Kupang, Siap Kibarkan Panji Pramuka Lima Tahun ke Depan

Narasumber kedua, Dr. Laurensius Sairani, mengingatkan agar pembangunan dirasakan merata, termasuk di wilayah pinggiran yang berkembang pesat. Ia menyebut bahwa persoalan sampah dan akses air minum masih menjadi catatan masyarakat.

“Jika dua hal ini tidak ditangani dengan baik, maka tingkat kepuasan bisa berubah,” ujarnya.

Ia mendorong Kota Kupang menuju tata kelola yang digital, terintegrasi, dan responsif.

Modal Besar Percepatan Pembangunan

Secara umum, hasil survei menempatkan pemerintahan Christian Widodo dan Serena Francis pada posisi kuat di mata publik. Kepercayaan ini dinilai sebagai modal penting untuk mendorong percepatan pembangunan, inovasi kebijakan, dan transformasi pelayanan publik di Kota Kupang.

Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kepuasan masyarakat bukan hanya penilaian, tetapi juga kompas menuju arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Christian berharap seluruh elemen tetap bersatu membangun kota.

“Kita jadikan Kota Kupang ini rumah yang aman, nyaman untuk ditinggali, dan membanggakan untuk diceritakan,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.