80 Inovasi Ikut Berkompetisi di KOIN YANLIK BERDASI Tingkat Provinsi NTT

oleh -1121 Dilihat
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Djoese Selestino Martins Nai Buti. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Sebanyak 80 inovasi pelayanan publik dari berbagai perangkat daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap berkompetisi dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOIN YANLIK BERDASI) Tahun 2025 tingkat Provinsi NTT. Kompetisi ini digelar oleh Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTT sebagai bentuk dorongan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

Kepala Biro Organisasi Setda NTT, Djoese Selestino Martins Nai Buti menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan kompetisi sejak 2022. Untuk tahun 2025 kompetisi beri nama KOIN YANLIK BERDASI. Ajang ini menjadi wadah bagi instansi pemerintah untuk menampilkan ide-ide kreatif dalam memperbaiki mutu layanan publik.

“Melalui KOIN YANLIK BERDASI, kami ingin menumbuhkan semangat kreatif, adaptif, dan kolaboratif dalam memberikan pelayanan yang cepat, efektif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Djoese Selestino di ruang kerjanya pada Selasa (11/11/2025).

Ia menuturkan, pendaftaran dibuka sejak 14 hingga 31 Oktober 2025, dan tercatat 80 inovasi telah masuk dari berbagai tingkatan, mulai dari sekolah dasar hingga Perangkat Daerah (PD) provinsi. Rinciannya adalah PD provinsi 29, PD kabupaten/kota 24, UPTD/RSUD 9, Desa dan Kelurahan masing-masing 1, SMA 7, SMP 7, dan SD sebanyak 2 inovasi.

Menurut Djoese, saat ini tim sekretariat tengah melakukan seleksi administrasi sebelum masuk ke tahap penilaian substansi oleh tujuh juri independen. Enam di antaranya berasal dari luar instansi pemerintah provinsi, yaitu akademisi dan tokoh masyarakat, seperti Dr. Ahmad Atang (Universitas Muhammadiyah Kupang), Dr. Indri (UNWIRA Kupang), Dr. Lazarus Jehamat (Undana Kupang), Ketua Ombudsman NTT Darius Beda Daton, serta Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB. Putra.

BACA JUGA:  Krisis Air di Kampung Pemilik Mutis: DPRD TTU Kritik Kebijakan PDAM Tirta Cendana

“Kami ingin menjaga akuntabilitas dan independensi penilaian. Karena itu, sebagian besar juri berasal dari luar pemerintah provinsi,” tambahnya.

Penilaian dilakukan dalam beberapa tahap: seleksi awal, penilaian lanjutan, pleno juri, hingga presentasi final oleh kepala daerah atau pejabat terkait. Setelah itu akan dilakukan uji petik lapangan untuk memastikan kebenaran data dan implementasi inovasi. Hasil akhir kompetisi dijadwalkan diumumkan pada akhir Desember 2025.

Beberapa inovasi yang berpartisipasi tahun ini meliputi program penanganan stunting, perlindungan anak, administrasi kependudukan, literasi, serta pemanfaatan limbah rumah tangga.

Lebih lanjut, Djoese menjelaskan bahwa inovasi yang lolos di tingkat provinsi akan mendapatkan pendampingan dan penyempurnaan agar dapat mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang digelar oleh Kemendagri, Kementerian PANRB, tahun depan (2026, red).

“Selama ini banyak inovasi gugur di tahap administrasi karena tidak dipersiapkan dengan baik. Tahun ini kami dampingi agar bisa lolos sampai tingkat nasional,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kompetisi ini bukan hanya mencari pemenang, melainkan membangun budaya inovatif dan kompetitif di lingkungan birokrasi, mendorong efisiensi serta efektivitas pelayanan publik, sekaligus meningkatkan Indeks Inovasi Daerah dan capaian kinerja pemerintah provinsi NTT di tingkat nasional.

“Kami ingin setiap PD memiliki semangat untuk terus berinovasi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.